Sempol Ikan Picu Sensasi Gatal, 2.651 Porsi MBG di Bontang Gagal Disalurkan

selisik
3 Min Read

Bontang – Distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Utara 4 Dapur Bontang Baru dibatalkan pada Rabu (12/8/2026) setelah menu sempol berbahan ikan bulan-bulan dinyatakan tidak layak konsumsi berdasarkan uji organoleptik.

Kepala SPPG Bontang Utara 4, Ahmad Nur Faizi, mengatakan temuan tersebut diketahui saat pemeriksaan makanan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat. Dalam pengujian itu, tim ahli gizi menemukan sensasi gatal pada lidah ketika mencicipi sempol ikan.

Uji organoleptik dilakukan dengan menilai aroma, tekstur, dan rasa makanan sebagai bagian dari pemeriksaan sebelum makanan keluar dari dapur.

“Hasil uji organoleptik dilakukan dengan menilai tekstur, aroma, dan rasa makanan. Dinilai tidak layak konsumsi, jadi batal didistribusikan,” kata Nur Faizi.

BACA JUGA:  BGN Tegaskan Anak Usia Sekolah Termasuk Anak Jalanan Berhak Dapat Makan Bergizi Gratis

Penghentian distribusi tersebut berdampak terhadap 2.651 penerima manfaat yang berasal dari sejumlah sekolah dan posyandu di wilayah pelayanan SPPG Bontang Utara 4.

Penerima manfaat tersebut di antaranya PAUD SPS Anyelir 5, Yayasan Hidayatullah mulai jenjang PAUD hingga SMA, SMP Monamas, TK Hidayah, TK Cendrawasih serta sejumlah posyandu.

Menu MBG yang disiapkan pada hari itu terdiri dari nasi, sempol ikan bulan-bulan, tempe, serta mixed vegetable yang berisi wortel, jagung dan kacang hijau.

Ahmad memastikan menu selain sempol ikan masih dalam kondisi aman. Namun, seluruh distribusi tetap dihentikan sebagai langkah antisipasi.

BACA JUGA:  Siswa SDN 012 Bontang Selatan Alami Mual-Muntah Usai Santap MBG, BGN Hentikan Distribusi ke Sekolah

“Kita stop semua distribusinya untuk hari ini saja karena temuan itu, baik ke sekolah dan posyandu,” ujarnya.

Makanan yang telah diproduksi dan dinyatakan aman kemudian diberikan kepada relawan, tanpa menyertakan menu sempol ikan.

Pihak SPPG Bontang Utara 4 juga telah melaporkan temuan tersebut kepada Dinas Kesehatan Kota Bontang. Sampel sempol ikan turut diserahkan untuk pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab munculnya sensasi gatal pada lidah.

Ahmad mengatakan pihaknya belum mengetahui penyebab kondisi tersebut. Ia menyebut pemeriksaan bahan baku telah dilakukan sejak awal proses produksi.

BACA JUGA:  Baru Dua Bulan, Program MBG Sudah Sedot Rp36,6 Triliun dari APBN 2026

Menurutnya, uji organoleptik merupakan pemeriksaan yang dilakukan setiap hari sebelum makanan didistribusikan.

“Bukan hari ini saja tes ini kami lakukan, setiap hari sebelum ramai terkait kasus dapur di wilayah lain,” jelasnya.

Penghentian distribusi membuat SPPG Bontang Utara 4 mengalami kerugian sekitar Rp30 juta. Meski demikian, pihak SPPG tetap menghentikan penyaluran karena makanan tersebut dinilai tidak layak berdasarkan hasil pemeriksaan.

“Konsekuensi ini harus kami terima untuk mempertahankan kepercayaan publik terhadap program MBG,” ujarnya.

TAGGED:
Share This Article