MBG Bontang Bikin 83 Orang Mual-Muntah, Dua Kepala SPPG Dicopot

selisik
2 Min Read

Bontang – Dua Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bontang akan dicopot setelah 83 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami mual dan muntah dalam sepekan terakhir.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Regional Kalimantan, Paska Pakpahan, mengatakan pencopotan dilakukan karena keduanya dinilai lalai menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Ke-2 orang itu akan dicopot. Surat resmi tunggu dari BGN. Karena kelalaian mereka tidak mengerjakan tugas sesuai SOP,” kata Paska usai rapat koordinasi di Auditorium 3 Dimensi Kota Bontang, Selasa (11/8/2026).

BACA JUGA:  Siswa SDN 012 Bontang Selatan Alami Mual-Muntah Usai Santap MBG, BGN Hentikan Distribusi ke Sekolah

Dua SPPG yang dimaksud yakni SPPG Bontang Utara 2 di Api-Api dan SPPG Bontang Selatan 5 di Berbas 3. Operasional keduanya untuk sementara dihentikan hingga ada hasil dan pertimbangan pimpinan.

Paska menegaskan kepala SPPG yang terbukti tidak menjalankan SOP, terlebih jika terjadi kejadian fatal, dapat langsung dicopot. Sementara pengawas gizi yang tidak menjalankan fungsi pengawasan akan diberikan surat peringatan.

“Kalau arahannya pimpinan langsung copot. Tinggal kita lakukan pergantian saja,” ujarnya.

Dari 83 kasus, sebanyak 27 terjadi di SPPG Bontang Utara 2 dan 56 kasus di SPPG Bontang Selatan 5. Keluhan dialami penerima manfaat dari sejumlah sekolah, termasuk SD 012 Bontang Selatan, PAUD Al-Hikmah, SD Muhammadiyah, SMP Negeri 1 Bontang, serta SD dan SMP Yayasan Vidatra.

BACA JUGA:  11 Siswa SMP Vidatra Dirawat Usai Santap MBG, Pemkot Bontang Evaluasi Semua SPPG

Sebanyak 30 orang dilarikan ke Rumah Sakit Badak LNG, sedangkan 13 orang harus menjalani perawatan medis atau observasi.

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris meminta evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap pelaksanaan MBG, termasuk proses pengolahan hingga pendistribusian makanan.

“Kita mau tahu secara SOP seperti apa dan menu apa yang diberikan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Dinkes Bontang Ungkap Bakteri Patogen Ditemukan pada Ayam Serundeng dan Gulai Sayur MBG

Agus menegaskan program MBG tetap berjalan dengan perbaikan tata kelola.

“Saya tekankan MBG ini harus tetap berjalan. Jika ada kasus jangan tutup dapurnya. Tapi perbaiki tata kelolanya,” terang Agus.

Sementara terkait kompensasi bagi penerima manfaat yang mengalami keluhan, Paska mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkot Bontang.

Share This Article