11 Siswa SMP Vidatra Dirawat Usai Santap MBG, Pemkot Bontang Evaluasi Semua SPPG

selisik
4 Min Read

Bontang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD dan SMP Vidatra Bontang dihentikan sementara setelah puluhan siswa dan guru mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makanan yang dibagikan pada Senin (10/8/2026).

Penghentian sementara tersebut dilakukan mulai Selasa (11/8/2026) sebagai langkah kehati-hatian sembari menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan serta evaluasi dari pihak terkait.

Dalam surat resmi yang disampaikan kepada orang tua siswa, manajemen SD dan SMP Vidatra (YPVDP) Bontang meminta orang tua membekali anak dengan makanan dari rumah selama program MBG dihentikan.

Penghentian sementara juga berlaku bagi SD Vidatra hingga terdapat kesepakatan lanjutan dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

Sebelumnya, puluhan siswa dan guru SMP Vidatra mengalami mual, muntah hingga keluhan kesehatan lainnya setelah menyantap menu MBG yang terdiri dari nasi gurih, ayam suwir, tumis wortel, oseng tahu dan jeruk.

Salah seorang guru SMP Vidatra yang enggan disebutkan namanya mengatakan penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami siswa hingga kini belum diketahui. Sejumlah dugaan yang beredar masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

BACA JUGA:  Siswa SDN 012 Bontang Selatan Alami Mual-Muntah Usai Santap MBG, BGN Hentikan Distribusi ke Sekolah

“Ada yang bilang karena tahunya, ada yang bilang karena bahan masaknya harusnya santan, tapi untuk lebih murahnya lagi diganti kemiri sama chef-nya,” ungkapnya.

Ia juga menerima informasi dari salah seorang siswa yang menyebut adanya lalat pada lauk ayam yang disajikan.

“Tapi makanannya sudah diambil sampel dari MBG untuk tahu penyebabnya,” jelasnya.

Dari kejadian tersebut, puluhan siswa SMP Vidatra tercatat datang ke Rumah Sakit LNG Badak untuk mendapatkan penanganan medis. Sebanyak 11 siswa di antaranya masih menjalani rawat inap karena mengalami kondisi yang dinilai lebih parah.

Direktur Utama RS PT Badak, Nurul Fathoni, mengatakan seluruh siswa yang datang dengan keluhan telah mendapatkan penanganan medis.

“Kami melakukan upaya semaksimal mungkin. Alhamdulillah, mulai dari yang ringan hingga berat sudah mulai pulih,” pungkasnya.

BACA JUGA:  MBG Bontang Bikin 83 Orang Mual-Muntah, Dua Kepala SPPG Dicopot

Pihak rumah sakit juga melakukan kunjungan ke sekolah setelah kejadian untuk memastikan kondisi para siswa sekaligus berkoordinasi mengenai penanganan selanjutnya.

“Kami juga melakukan kunjungan ke sekolah setelah kejadian untuk memastikan kondisi siswa. Alhamdulillah, dari yang ringan hingga berat sudah teratasi dan mulai pulih,” katanya.

Kondisi tersebut turut mendapat perhatian Pemerintah Kota Bontang. Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris bersama Sekretaris Daerah Bontang Ahmad Sugarto dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang Totoek Pribadi Ekowati mendatangi RS LNG Badak untuk melihat kondisi siswa yang menjalani perawatan.

Agus juga menggali informasi terkait kronologi kejadian, termasuk menu MBG yang diterima siswa dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Selatan 5 serta keluhan yang dirasakan setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Pemkot Bontang selanjutnya berencana melakukan evaluasi terhadap seluruh dapur SPPG yang beroperasi di Kota Bontang. Evaluasi tersebut akan dibahas bersama seluruh pengelola SPPG.

BACA JUGA:  Dinkes Bontang Ungkap Bakteri Patogen Ditemukan pada Ayam Serundeng dan Gulai Sayur MBG

“Kami akan lakukan rapat terlebih dahulu besok untuk evaluasi. Kami juga berterima kasih kepada Rumah Sakit Badak yang sudah merawat,” ujar Agus.

Agus memastikan evaluasi tidak hanya berkaitan dengan SPPG yang memasok makanan ke SMP Vidatra, tetapi akan dibahas bersama seluruh pengelola SPPG yang beroperasi di Kota Bontang.

“Nanti kami adakan evaluasi tersebut melalui rapat bersama seluruh pengelola SPPG,” katanya.

Sementara itu, hingga berita ini tayang, belum ada respons dari pihak SPPG Bontang Selatan 5 atas upaya konfirmasi yang dilakukan media ini terkait kejadian tersebut.

Penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami siswa dan guru SMP Vidatra masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap sampel makanan MBG yang telah diambil.

Share This Article