Ibu dan Balita di Landak Kalbar Ditemukan Tewas Terikat

selisik
3 Min Read

Selisik.id – Warga Desa Angkanyar, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, diguncang peristiwa berdarah. Seorang ibu bernama Asniwati (39) bersama putri kecilnya, Dina yang baru berusia 4 tahun, ditemukan tewas mengenaskan dalam kondisi tangan dan leher terikat di area perkebunan, Jumat (7/8/2026) menjelang tengah malam.

Melansir Prokal.co, aksi keji ini diduga kuat merupakan tindak pidana pembunuhan berencana yang disertai perampokan. Pasalnya, selain kehilangan dua nyawa sekaligus, keluarga korban juga melaporkan raibnya harta benda bernilai fantastis, yakni uang tunai sebesar Rp135 juta dan perhiasan emas seberat 30 gram.

Kapolsek Kuala Behe, IPTU Handoko Warih, membeberkan bahwa jejak tragedi ini bermula saat suami korban, Hermanto, mendapati istri dan anaknya menghilang dari pondok mereka sejak Jumat siang sekitar pukul 11.00 WIB.

BACA JUGA:  Poin-poin Analisis Jaksa soal Perselingkuhan Putri dan Yosua

“Karena khawatir terjadi sesuatu, Hermanto mengajak warga Desa Angkanyar untuk membantu melakukan pencarian,” ujar Handoko saat memberikan keterangan, Sabtu (8/8/2026).

Pencarian besar-besaran pun digelar dengan melibatkan gabungan warga Desa Angkanyar dan Desa Kedama secara berkelompok. Satu kelompok menyusuri Sungai Behe, sementara kelompok lain menyisir kawasan hutan serta perkebunan menuju arah pondok korban.

Usaha pencarian yang menegangkan itu akhirnya memuncak pada pukul 23.45 WIB. Warga mendapati pemandangan memilukan di tengah kegelapan malam.

Balita perempuan bernama Dina ditemukan tewas mengenaskan di semak-semak dengan kedua tangan dan kakinya terikat tali karet ban (baldar). Pada bagian tangan kanannya juga ditemukan luka memar akibat benturan benda tumpul.

BACA JUGA:  Satu Keluarga di PPU Ditemukan Tewas Terbunuh

Tak jauh dari titik lokasi balita tersebut—sekitar 20 meter di samping pohon kelapa sawit—jenazah sang ibu, Asniwati, ditemukan terlentang dengan tubuh ditutupi tumpukan daun kering. Tangan dan leher wanita malang itu terikat erat menggunakan tali karet, serta terdapat luka memar parah di bagian kepala sebelah kanan.

Mendapat laporan horor tersebut, personel Polsek Kuala Behe bersama Tim Satreskrim Polres Landak langsung meluncur ke lokasi untuk menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) maraton pada Sabtu dini hari pukul 03.15 WIB.

Usai identifikasi awal di bawah pendar lampu darurat tuntas dilakukan pada pukul 04.52 WIB, kedua jenazah dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Landak guna menjalani proses visum et repertum.

BACA JUGA:  Tukang Pijat di Malang Mutilasi Warga Surabaya

“Selain penemuan kedua korban, laporan awal juga mencatat adanya dugaan kehilangan harta benda. Kerugian yang dilaporkan berupa uang sebesar Rp135 juta dan emas seberat 30 gram,” terang IPTU Handoko.

Saat ini, kepolisian telah mengamankan barang bukti di lokasi kejadian, memeriksa sejumlah saksi kunci, dan terus menggali petunjuk untuk mengidentifikasi serta mengejar pelaku di balik aksi keji yang merenggut nyawa ibu dan anak tersebut.

Share This Article