Selisik.id – Asisten I Setdakab Gayo Lues, Aceh, Nevirizal mengundurkan diri dari jabatannya usai viral anaknya memamerkan gaya hidup mewah dan pembelian 15 jeriken BBM. Nevi telah menyerahkan surat pengunduran diri itu ke Wakil Bupati Maliki.
Melansir detikSumut, penyerahan surat pengunduran itu berlangsung di Kantor Bupati Gayo Lues, Kamis (23/7/2026). Nevi juga sempat membacakan isi surat yang ditekennya.
“Melalui surat ini saya menyampaikan pengunduran diri dari jabatan yang saya emban terhitung sejak tanggal 23 Juli 2026,” kata Nevi dalam sebuah video, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, keputusan itu diambil dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab akibat munculnya perhatian publik pasca unggahan flexing anaknya. Perilaku anaknya disebut menimbulkan polemik dan mempengaruhi kepercayaan publik terhadap institusi tempatnya berdinas.
“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan, masyarakat atas kegaduhan yang terjadi,” jelasnya.
Sebelumnya, dilihat detikSumut dari postingan yang beredar, Rabu (22/7), sang anak memamerkan liburan di Korea Selatan, Bangkok hingga Eropa. Sang anak juga menyebarkan isi percakapan di grup keluarga termasuk masalah pembelian mobil.
Dalam postingan lainnya, sang juga mengunggah foto sejumlah jeriken tersusun rapi yang disebut berisi BBM. Jeriken itu ditempatkan di sebuah ruangan di samping mobil warna hitam.
“Papaku beli minyak 15 jeriken. Ntah mobil mana lagi yang mau dipenuhkannya,” tulis postingan tersebut.
Postingan anak Nevirizal menjadi perbincangan karena disebut diunggah saat Gayo Lues masih dalam tahap pemulihan pasca bencana. Dalam salah satu percakapan di grup keluarga, Nevirizal saat itu mengaku sedang rapat penanganan bencana.
“Saya mohon sama pemerintah, sama masyarakat yang tersakiti karena ini memang ketidaksengajaan yang anak kami buat karena mungkin dia belum sampai pemikirannya ke situ,” kata Nevirizal saat dimintai konfirmasi detikSumut.
Nevirizal menjelaskan, postingan yang diunggah tersebut merupakan kejadian tahun lalu. Anak dan istrinya disebut pergi ke Korea pertengahan 2025 membawa anggota keluarga berobat mata.
Dia mengaku tidak ikut dalam rombongan termasuk saat anaknya berliburan ke Korea. Sementara terkait BBM, Nevirizal mengaku minyak itu dibeli pada Desember lalu untuk penanganan bencana.
“Minyak itu 15 jeriken di drop di rumah saya untuk penanganan bencana bulan 12 kemarin,” jelasnya.
Nevirizal mengakui lalai mengawasi anaknya bermedia sosial. Dia mengaku tidak terlalu aktif melihat dunia maya.

