Kebakaran Hebat di Kelurahan Baru Tenggarong, 7 Rumah Ludes Dilalap Api, Kerugian Capai Miliaran

selisik
3 Min Read

Kutai Kartanegara – Kobaran api memecah kesunyian dini hari di Jalan AM Sangaji dan Jalan Aljawahir, Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, Jumat (17/7/2026).

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 02.00 Wita itu menghanguskan tujuh rumah, merusak dua bangunan lainnya, serta menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah.Berita Lokal

Lurah Baru, Bayu Ramanda Baninugraha mengatakan, sebanyak tujuh kepala keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa tersebut. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan apparat berwenang.

“Alhamdulillah sekitar pukul 03.00 dini hari proses pemadaman selesai, dan saat ini tinggal proses pendinginan,” kata Bayu dikutip Kaltimtoday.co.

Menurutnya, sebagian besar bangunan yang terbakar merupakan rumah-rumah lama dengan konstruksi kayu sehingga api cepat membesar dan mudah menjalar.

BACA JUGA:  Pabrik Nikel di Kutai Kartanegara Terbakar

Selain tujuh rumah yang ludes terbakar, satu dapur milik toko perlengkapan bayi juga ikut terdampak.

“Bangunan-bangunan yang ada di sini termasuk rumah-rumah lama, terutama yang di belakang kita ini. Kalau yang di samping di Jalan Aljawahir sudah beberapa kali direnovasi sehingga terlihat lebih baru, tetapi rata-rata bangunannya berbahan kayu semua,” tuturnya.

Meski kebakaran berlangsung cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ucapnya.

Pemerintah Kelurahan Baru juga akan membuka posko bantuan di teras toko perlengkapan bayi yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kutai Kartanegara, Fida Hurasani menambahkan, sebanyak 10 armada dikerahkan untuk memadamkan api.

BACA JUGA:  Satu Rumah di Berbas Tengah Ludes Terbakar

Ia mengakui proses pemadaman sempat terkendala akibat kondisi air Sungai Mahakam yang sedang surut sehingga suplai air menjadi lebih sulit.

“Kendalanya kondisi air sedang surut sehingga portable pump kami harus ditarik lebih jauh sampai ke arah Mahakam,” ujarnya.

Meski menghadapi kendala tersebut, petugas berhasil menguasai kobaran api dalam waktu sekitar satu jam melalui strategi bloking agar api tidak menjalar ke bangunan lain.

“Kalau untuk bloking, saya pastikan dalam satu jam api sudah berhasil kami blok dan kuasai. Saya memimpin dari bagian belakang, setelah dipastikan aman baru bergeser ke titik lainnya,” katanya.

BACA JUGA:  Kebakaran di Gunung Telihan, Rumah dan Uang Rp100 Juta Hangus Dilalap Api

Fida menjelaskan, upaya terbesar dilakukan untuk mencegah api merambat ke kawasan di samping toko perlengkapan bayi. Menurutnya, jika kobaran api berhasil melewati titik tersebut, proses pemadaman akan jauh lebih sulit karena sebagian unit di sisi lain hanya bertugas sebagai penyuplai air.

Selain memadamkan api, petugas juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengevakuasi barang-barang yang berpotensi membahayakan, termasuk benda yang dikhawatirkan mudah meledak.

“Saat kami tiba di lokasi, kondisi api memang sudah cukup beras,” tutupnya.

TAGGED:
Share This Article