Jarak Terjauh Hanya 250 Meter, Puluhan Calon Siswa Tersingkir dari Jalur Domisili SMPN 8 Bontang

selisik
2 Min Read

Selisik.id – Persaingan masuk SMPN 8 Bontang melalui jalur domisili pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 berlangsung sangat ketat. Meski Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang menetapkan batas maksimal domisili 400 meter dari sekolah, kenyataannya jarak terjauh yang berhasil diterima hanya sekitar 250 meter.

Tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di SMPN 8 Bontang menjadi penyebab utama ketatnya persaingan. Sekolah yang berada di tengah kawasan permukiman padat penduduk itu setiap tahun menjadi salah satu tujuan favorit warga karena lokasinya mudah dijangkau dari lingkungan sekitar.

Kondisi tersebut paling terasa pada jalur domisili yang menjadi jalur dengan jumlah pendaftar terbanyak. Kuota yang tersedia terisi dengan cepat sehingga tidak semua calon peserta didik yang berada dalam radius yang ditentukan dapat diterima.

BACA JUGA:  Jaga Kualitas Pendidikan, Guru di Bontang Tetap Bekerja dari Sekolah

Kepala SMPN 8 Bontang, Eko Yuli, mengatakan jumlah pendaftar tahun ini kembali melampaui kapasitas yang tersedia. Menurutnya, situasi tersebut sudah menjadi fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun mengingat sekolah berada di kawasan dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.

“Jalur domisili sudah penuh. Memang banyak yang mendaftar dan ada yang tersisih. Areanya memang padat penduduk. Karena itu peminatnya banyak dan kuotanya cepat penuh,” ujar Eko Yuli saat dikonfirmasi, Senin (8/6/2026) lalu.

BACA JUGA:  Jalur Wilayah Tetap Dominan pada SPMB SD Bontang, Data Pendaftaran Tercatat di Sistem

Ia menjelaskan, banyaknya keluarga yang tinggal di sekitar sekolah membuat persaingan pada jalur domisili berlangsung sangat kompetitif. Bahkan, calon siswa yang rumahnya masih tergolong dekat dengan sekolah tetap berpotensi tidak lolos karena kalah bersaing dengan pendaftar lain yang memiliki jarak tempat tinggal lebih dekat.

Berdasarkan data panitia, kuota jalur domisili yang tersedia tahun ini sebanyak 53 kursi. Namun jumlah pendaftar melebihi kapasitas tersebut sehingga proses seleksi dilakukan berdasarkan kedekatan domisili dengan sekolah.

BACA JUGA:  Disdikbud Bontang Bagikan Perlengkapan Sekolah Gratis Bagi Siswa Paud hingga SMP

Akibat tingginya persaingan, lebih dari 10 calon siswa diperkirakan tidak berhasil lolos melalui jalur domisili meski telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi. Sementara itu, batas penerimaan terakhir tercatat berada pada radius sekitar 250 meter dari sekolah. Fenomena ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan negeri di wilayah sekitar SMPN 8 Bontang.

“Jauh di bawah batas maksimal 400 meter yang ditetapkan Disdikbud,” timpalnya.

Share This Article