Selisik.id – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang menggandeng kalangan akademisi untuk memperkuat penyusunan data investasi daerah berbasis kajian ilmiah.
Kerja sama tersebut melibatkan Tim Tenaga Ahli Unit Layanan Strategis Sumber Daya Berkelanjutan (ULS PSDB) Universitas Mulawarman Samarinda yang dipimpin Rachmad Budi Suharto.
Kolaborasi ini difokuskan pada penyusunan dokumen pra-kelayakan teknis berbagai proyek strategis, termasuk pengembangan pelabuhan dan kawasan industri di Bontang Lestari.
Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan pendekatan ilmiah sangat penting dalam dunia investasi modern.
“Investor saat ini membutuhkan data yang akurat dan terukur sebelum mengambil keputusan bisnis. Karena itu kami menggandeng tim akademisi agar seluruh kajian memiliki dasar ilmiah yang kuat,” ujarnya.
Menurut Aspiannur, hasil kajian dari Universitas Mulawarman nantinya akan menjadi dokumen resmi yang dipromosikan kepada calon investor.
“Kami ingin meninggalkan pola lama yang hanya menawarkan potensi daerah tanpa dukungan data yang jelas. Sekarang investor membutuhkan hitungan risiko dan proyeksi keuntungan yang detail,” katanya.
Selain itu, Aspiannur menjelaskan bahwa, salah satu fokus utama kajian tersebut adalah analisis kelayakan pelabuhan di kawasan industri Bontang Lestari yang nantinya akan terkoneksi dengan jalur ALKI II di Selat Makassar. Kajian juga mencakup kesiapan sumber daya manusia lokal dalam menghadapi masuknya industri modern.
“Kajian ini juga akan memberikan rekomendasi pengembangan SDM dan pendidikan vokasi agar tenaga kerja lokal siap bersaing,” jelas Aspiannur.
Pendekatan berbasis riset turut diterapkan pada sektor kelautan dan ketahanan pangan, termasuk analisis industri turunan hasil perikanan tangkap.
“Data produksi perikanan yang besar harus mampu diterjemahkan menjadi industri hilir yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.
DPMPTSP menilai dukungan riset akademik menjadi modal penting dalam persaingan antarwilayah untuk menarik investasi pasca pembangunan IKN.
“Kami ingin Bontang hadir dengan kesiapan konsep, regulasi, dan data yang matang sehingga memiliki daya saing tinggi di mata investor,” pungkas Aspiannur.

