Bontang – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bontang memastikan tujuh cabang olahraga (cabor) tidak akan diberangkatkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur yang akan digelar di Paser pada November 2026.
Ketua KONI Bontang Jamaludin menyampaikan, keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi terhadap kesiapan masing-masing cabor. Evaluasi meliputi kelengkapan administrasi, keaktifan kepengurusan, kuota atlet, serta kesiapan pembinaan.
“Prinsip kami jelas. Cabor yang diberangkatkan harus siap secara administrasi, kepengurusan, kuota atlet, dan memiliki peluang meraih medali,” kata Jamaludin.
Tujuh cabor yang dipastikan tidak diberangkatkan di antaranya anggar, selam, ski air, MMA, e-sport, serta beberapa cabor lain yang kepengurusannya dinilai tidak aktif. Jamaludin menjelaskan, sebagian besar cabor tersebut memiliki surat keputusan (SK) kepengurusan yang telah kedaluwarsa atau tidak menunjukkan aktivitas organisasi dalam dua tahun terakhir.
“Anggar SK-nya sudah habis dan pembinaannya menurun. Selam juga dua tahun terakhir tidak ada pengurus aktif. E-sport sampai sekarang belum memiliki kepengurusan yang jelas,” ujarnya.
Selain itu, Jamaludin menegaskan bahwa kelolosan dalam Babak Kualifikasi (BK) Porprov tidak otomatis menjadi jaminan untuk diberangkatkan. Setiap cabor tetap akan melalui evaluasi lanjutan terkait kesiapan dan potensi prestasi.
Jumlah cabor yang tidak diberangkatkan masih berpeluang bertambah apabila dalam proses evaluasi berikutnya ditemukan cabor yang tidak menunjukkan perkembangan signifikan. Menurut Jamaludin, langkah ini dilakukan agar pelaksanaan Porprov berjalan lebih efektif dan penggunaan anggaran tepat sasaran.
“Kami ingin memastikan anggaran yang ada benar-benar mendukung prestasi daerah,” pungkasnya.

