Bontang – Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispopar) Kota Bontang memastikan seluruh pedagang lama menjadi penerima 45 lapak baru yang dibangun dalam tahap kedua revitalisasi Pelataran Bontang Kuala. Kebijakan ini dilakukan agar tidak terjadi pergantian pelaku usaha setelah kawasan dibongkar untuk penataan.
Kabid Pariwisata Dispopar Bontang, Muhammad Ihsan, mengatakan bahwa pihaknya mengacu pada data resmi dari kelurahan dalam menentukan penerima lapak.
“Pendataan dilakukan oleh pihak kelurahan,” ujarnya.
Menurut Ihsan, pendataan tersebut diperlukan untuk menjaga keberlangsungan usaha pedagang yang telah lama menggantungkan mata pencaharian di kawasan pesisir tersebut.
Ia menegaskan bahwa revitalisasi tidak hanya memperbaiki fisik pelataran, tetapi juga memastikan pelaku usaha lama tetap mendapatkan ruang untuk melanjutkan kegiatan ekonominya.
“Yang difasilitasi ini pedagang yang sebelumnya sudah ada di sana. Bukan pedagang baru yang muncul setelah pembongkaran,” sebutnya.
Selain lapak dagang, pembangunan fasilitas lainnya juga dikebut pada tahap kedua revitalisasi, seperti dermaga wisata, panggung, mushola, dan toilet umum.
Seluruh fasilitas ini ditargetkan selesai tahun ini agar kawasan Pelataran Bontang Kuala dapat kembali dimanfaatkan oleh masyarakat dan wisatawan.
Dengan adanya kepastian alokasi lapak bagi pedagang lama, pemerintah berharap kebijakan tersebut dapat menjaga stabilitas ekonomi masyarakat pesisir ketika kawasan wisata kembali beroperasi penuh.

