Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang tengah menyiapkan sistem pengawasan sekolah berbasis CCTV yang dapat dipantau secara real time oleh Disdikbud maupun Wali Kota. Sistem ini menjadi bagian dari program pemasangan kamera pengawas di seluruh SD dan SMP negeri, yang kini masuk dalam Anggaran Perubahan 2025.
Tahap awal pemasangan akan mencakup 30 SD negeri dan 9 SMP negeri. Fokus pemasangan pertama diarahkan ke seluruh ruang kelas, sebelum penambahan titik kamera dilakukan pada area strategis lainnya di tahun berikutnya apabila kebutuhan anggaran belum terpenuhi.
Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan memperkuat keamanan dan pengawasan aktivitas sekolah. Menurutnya, CCTV diperlukan untuk mencegah perundungan, mengawasi disiplin guru, hingga mengantisipasi berbagai bentuk kekerasan dan potensi pelanggaran lain yang sulit terpantau langsung.
“Selama ini kita kesulitan memastikan apakah guru berada di kelas atau tidak. Dengan CCTV, pengawasan bisa dilakukan lebih akurat,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).
Ia menegaskan bahwa sistem ini memungkinkan Disdikbud maupun Wali Kota memantau kondisi sekolah kapan pun dibutuhkan. Seluruh kamera nantinya terhubung secara langsung ke pusat pengawasan, sehingga situasi di setiap satuan pendidikan dapat dilihat secara instan.
“Jika ingin melihat situasi di SMP 1 misalnya, tinggal tarik tampilan kameranya. Semuanya bisa terlihat jelas,” terangnya.
Dalam pengalokasian anggaran, program pemasangan CCTV tahun ini menargetkan penuntasan pemasangan di ruang kelas terlebih dahulu. Pada tahun anggaran berikutnya, titik tambahan akan dilengkapi sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.
Melalui sistem pengawasan terintegrasi ini, Disdikbud Bontang berharap keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar dapat semakin terjaga, sejalan dengan upaya memperkuat disiplin dan respons penanganan kejadian di lingkungan sekolah.

