4 Swalayan di Bontang Ketahuan Jual Makanan Kedaluwarsa

BONTANG – Sebanyak 4 swalayan di Kota Bontang ditemukan menjual makan kedaluwarsa. Hal itu terungkap setelah Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kaltim, bersama tim gabungan melakukan monitoring, Kamis 21 April 2022.

Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Perdagangan, Satpol PP, dan Polres Bontang itu turun ke lapangan memastikan produk yang beredar layak konsumsi.

Kepala Bidang Pemeriksaan BPOM Kaltim, Abdul Haris Rauf mengatakan ada beberapa produk ditemukan di empat minimarket di Bontang.

Produk itu berupa dua jenis mie instan, kopi bubuk saset, mentega, dan tepung terigu yang kedaluwarsa, namun masih dipajang di rak penjualan.

“Produknya tercampur dengan yang layak jual. Yang kami temukan ada yang kelewatan tahun, ada juga baru di Maret 2022 ini,” kata Abdul kepada awak media.

Selain itu, lembaga pengawasan makan ini juga menemukan izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) berupa snack yang sudah bahari.

“Produknya juga diturunkan dan ini menjadi ranahnya Dinkes untuk memberikan pembinaan, karena PIRT itu berlaku hanya 5 tahun,” ujarnya.

Termasuk peredaran makanan ringan merk kinder joy yang seharusnya tidak dipajang lagi sampai ada keputusan dari BPOM pusat bahwa produk itu aman untuk dikonsumsi.

Lebih lanjut, Abdul bilang selain minimarket, gudang penyimpanan juga tidak lepas dari pengawasan. Namun dalam sidak yang dilakukan tidak ditemukan produk yang kedaluwarsa. Hanya saja pengaturan penyimpanannya tidak sesuai dengan aturan.

“Harusnya itu hanya maksimal 4 tumpukan ini sampai 8 tumpukan, kalau kebanyakan nantinya akan mempengaruhi kemasan,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: