Bontang – Sebanyak 255 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Bontang bakal menerima bantuan rehab pada tahun ini.
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Bontang Mochammad Cholis Edy Prabowo mengatakan, wilayah Bontang Selatan menjadi lokasi yang paling banyak terdata mendapatkan bantuan rehab RTLH menjadi rumah layak huni (RLH).
Namun, Edy Prabowo tidak memaparkan secara detail angka untuk kawasan tersebut. Begitu juga untuk Kecamatan Bontang Utara dan Kecamatan Bontang Barat.
“Tim sudah survei. Ada Tanjung Laut, Tanjung Laut Indah, Berebas juga banyak, selatan cukup banyak. Kategori penerima warga miskin dan berbagai penilaian dan syarat khusus lainnya,” kata dia, Ahad (27/8/2023).
Dijelaskannya, pembangunan rumah layak huni masuk dalam program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) guna menekan angka kemiskinan di masyarakat. Di mana salah satu indikator penting untuk menekan kemiskinan adalah rumah yang layak.
Untuk merealisasikan program tersebut, terdapat berbagai sumber pendanaan. Mulai dari APBN, bantuan keuangan (Bankeu) Provinsi Kaltim, APBD Bontang dan CSR perusahaan.
Pada 2023 ini dirincikan Edy Prabowo, dari APBN ada 100 unit rumah layak huni, Bakeu Provinsi Kaltim 120 unit dan 35 unit dari APBD Bontang. Sementara untuk perusahaan menyesuaikan dengan bufferzone masing-masing.
“Jadi keroyokan untuk merealisasikannya. Baru-baru ini kan PKT 18 unit sumbang. Harapannya bisa tepat sasaran semua,” pungkasnya.
Sebelumnya, angka kemiskinan di Kalimantan Timur (Kaltim) berada di angka 6,3 persen. Meski demikian Kaltim masih terbilang baik. Karena secara nasional kemiskinan berada di presentase 11 persen.
Melalui program rumah layak huni, Gubernur Kaltim Isran Noor ingin menekan angka kemiskinan di wilayah yang dipimpin.
Terlebih kekayaan alam di Kaltim begitu berlimpah ruah. Menurutnya, sudah seharusnya tidak ada lagi warga miskin di Kaltim.

