Wabup Kasmidi Bulang Minta Pimpinan OPD Awasi Absensi Online Pegawai

Jimy Mumtahzam
2 Min Read

KUTIM – Wakil Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Kasmidi Bulang meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus mengawasi para tenaga kerja saat melakukan Senfie.

Absen Selfie atau Senfie ini telah ditetapkan untuk mengurangi adanya kecurangan atau pegawai yang mangkir dari kantor.

Senfie sendiri merupakan sistem absensi yang dapat mereka kehadiran karyawan melalui foto, yang sebelumnya hanya menggunakan finger print.

Semulanya, pengambilan absensi melalui Senfie ini dinilai efektif, ketimbang finger print. Akan tetapi belakangan sering ditemukan adanya absensi tanpa kehadiran si pegawai.

BACA JUGA:  Wabup Kasmidi Serahkan Bantuan Ambulance bagi Masyarakat Gang Damai

“Senfie ini digunakan untuk proses penggajian dan penilaian kinerja pegawai. Tetapi ada saja temuan kenakalan Senfie ini, orangnya tidak hadir tapi absen wajahnya nya ada,” ucapnya.

Menurutnya, saat ini pegawai bisa lebih canggih dari program, bagaimana tidak, sering kali ditemukan absen tanpa ada pegawai yang bersangkutan hadir.

“Inilah tugasnya OPD untuk awasi itu agar jangan ada manipulasi. Kalau sekali dua kali kita bisa maklumi tapi kalau keseringan bisa kita beri sanksi,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Tumbuhkan Kreativitas, Bupati Kutim Apreasiasi Gelaran Lomba Masak Serba Ikan

Kendati demikian, penggunaan Senfie sendiri diakui tidak dapat di manipulatif seperti konvensional, lebih fleksibel, real-time, akurat, efisen dan praktis.

“Semakin canggih program maka semakin canggih pula pola pikir manusianya, indikasi manipulasi absen selfie dapat menggunakan foto dari handphone atau foto cetak,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa KB itu menerangkan, diterapkannya sistem absensi wajah bagi PNS dimaksudkan untuk meningkatkan akurasi data absensi pegawai

BACA JUGA:  Bupati Kutim Buka TMMD Ke 117 di Kongbeng, Langkah Nyata Percepatan Pembangunan

Ia menilai, sistem absensi sidik jari yang diterapkan pada tahun sebelumnya terindikasi dapat dimanipulasi. Sebab itu Pemkab Kutim mulai menggunakan absensi wajah di lingkungan lingkungan OPD khusus PNS.

“Eh ternyata masih ada saja yang mencoba memanipulasi absensi wajah. Indikasi semacam ini tidak boleh dibiarkan untuk kedisiplinan pegawai,” tandasnya.

TAGGED:
Share This Article