Viral Video Potongan Tubuh Diduga Orang Utan, BKSDA Kaltim Beri Penjelasan

selisik
2 Min Read

Samarinda – Sebuah video viral di media sosial menunjukkan seseorang diduga menyiksa orang utan untuk dikonsumsi. Terlihat sebuah potongan tangan kanan primata itu tergantung menggenggam ranting pohon.

Tampak dalam video pria tersebut berjongkok tak jauh dari potongan tangan itu tengah merobek plastik di tangannya. Sementara kamera beberapa kali menyorot ke arah potongan tangan.

Melansir detikKalimantan, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim M Ari Wibawanto mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kejadian itu. Namun pihaknya telah mendapatkan informasi dari penyebar awal video.

BACA JUGA:  BKSDA Kaltim Lepasliarkan Empat Orang Utan di Hutan Kutai Timur

“Sejak kemarin kami mendapatkan berita tentang video yang viral di medsos itu ya, dan hari itu juga kami sudah melakukan upaya, dan sore ini kami sudah mendapatkan sumber pengupload awal,” ujarnya saat ditemui di Kantor BKSDA Kaltim, Rabu (1/10/2025) sore.

Dari hasil pemeriksaan awal, si penyebar video mengaku peristiwa itu tidak terjadi di wilayah Kalimantan, khususnya Kutai Timur, Kaltim yang menjadi dugaan lokasi awal saat tersebar di medsos. Si penyebar video juga mengatakan potongan tangan tersebut bukan orang utan.

BACA JUGA:  BKSDA Kaltim Ungkap Kondisi Orang Utan Kurus di Area Tambang

“Disampaikan oleh pengupload awal, bahwa tangan yang (ada) upaya kekerasan terhadap orang utan itu tidak ada, jadi bukan orang utan tapi ada jenis lain, yang kami belum bisa identifikasi,” terangnya.

Informasi lainnya yang dihimpun dari penyebar video, peristiwa itu diketahui terjadi sudah cukup lama. Saat terjadi Covid-19 atau diperkirakan sekitar tahun 2020-2021.

BACA JUGA:  Orang Utan Terlihat Makan Sisa Sampah di Jalan Poros Bengalon–Muara Wahau Kutim, BKSDA Kaltim Turun Tangan

“Dari informasi tersebut kita akan tetap mendalami, tidak hanya BKSDA Kaltim tapi juga kita akan angkat ke atas (Kementerian) supaya mendalami ini semua karena ada dugaan-dugaan tindak pidana di sana,” tuturnya.

Share This Article