Venezuela Diguncang Dua Gempa Besar, Korban Tewas Diperkirakan Capai 100 Ribu Jiwa

selisik
8 Min Read

Selisik.id – Venezuela dilanda bencana besar setelah dua gempa bumi kuat mengguncang wilayah barat ibu kota Caracas pada Rabu (24/6/2026) sore waktu setempat. Guncangan yang menyebabkan bangunan runtuh, warga terjebak di bawah puing-puing, serta kerusakan luas di berbagai wilayah itu memicu peringatan dari para ilmuwan bahwa jumlah korban dapat mencapai puluhan ribu orang.

Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi sekitar 160 kilometer di sebelah barat Caracas. Kurang dari satu menit kemudian, wilayah tersebut kembali diguncang gempa kedua yang lebih kuat dengan magnitudo 7,5.

USGS memperingatkan bahwa dampak bencana tersebut berpotensi sangat besar. “Korban jiwa yang tinggi dan kerusakan yang luas sangat mungkin terjadi dan bencana ini kemungkinan bersifat meluas,” kata USGS, dikutip dari Reuters.

Lembaga tersebut pada estimasi awalnya memperkirakan jumlah korban tewas kemungkinan berada pada rentang 10.000 hingga 100.000 orang.

Menanggapi situasi darurat tersebut, Presiden Sementara Venezuela Delcy Rodriguez menyatakan pemerintah akan menetapkan status keadaan darurat nasional serta meminta bantuan pendanaan dari berbagai organisasi multilateral untuk mendukung proses pemulihan pascabencana.

“Kami menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang sayangnya telah kehilangan anggota keluarga,” ujar Rodriguez dalam pidato nasionalnya.

Namun, hingga saat ini pemerintah belum mengumumkan jumlah korban tewas maupun korban luka secara nasional.

Laporan dari pejabat lokal dan para saksi mata menunjukkan sejumlah bangunan runtuh, operasi penyelamatan berlangsung di berbagai lokasi, dan jumlah korban luka terus bertambah.

“Kami memiliki gedung, rumah, dan hunian yang runtuh dan kami menangani situasi ini dengan seluruh sumber daya keamanan dan bantuan sipil yang kami miliki,” kata Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello dalam siaran televisi pemerintah sebelumnya.

BACA JUGA:  Turki Kembali Diguncang Gempa Besar, Tiga Orang Tewas

Rekaman video yang beredar menunjukkan petugas penyelamat memanjat puing-puing bangunan yang ambruk di Caracas saat malam mulai tiba. Di lokasi yang sama, keluarga korban yang putus asa berusaha mencari informasi mengenai kerabat mereka yang diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan.

Wali Kota Chacao, salah satu wilayah administratif di Caracas, Gustavo Duque, mengatakan beberapa bangunan telah roboh akibat gempa tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa sedikitnya 18 orang berhasil dievakuasi hidup-hidup dari satu bangunan yang runtuh.

“Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk menyelamatkan sebanyak mungkin orang,” ujarnya.

Duque juga mengimbau masyarakat untuk mencari perlindungan di alun-alun publik dan lokasi terbuka karena potensi gempa susulan masih tinggi.

Di negara bagian pesisir Falcon, Gubernur Victor Clark mengatakan sedikitnya 22 orang mengalami luka-luka akibat gempa. Selain itu, tim penyelamat masih mencari 15 orang dewasa yang dilaporkan hilang.

Warga Berhamburan ke Jalan

Gempa terjadi saat banyak warga Venezuela sedang berada di rumah dalam rangka hari libur nasional yang memperingati kemenangan militer tahun 1821 yang membantu negara itu memperoleh kemerdekaan dari Spanyol.

Astrid Ramirez, seorang pekerja periklanan berusia 41 tahun yang tinggal di Caracas bagian barat, menggambarkan kepanikan yang terjadi sesaat setelah gempa mengguncang.

“Begitu gempa dimulai, kami mulai mendengar orang-orang berteriak,” katanya.

“Semua orang berlari menuruni tangga.”

Warga di berbagai penjuru Caracas langsung berhamburan keluar rumah ketika bangunan-bangunan mulai berguncang. Kota tersebut sebelumnya juga pernah mengalami gempa mematikan berkekuatan magnitudo 6,3 pada tahun 1967.

Coro Martinez, 56 tahun, yang tinggal di Caracas bagian timur, mengaku belum pernah mengalami guncangan sekuat itu sepanjang hidupnya.

BACA JUGA:  Gempa M 4,7 Guncang Sukabumi

“Ada suara benturan yang sangat keras. Barang-barang jatuh di rumah, termasuk wadah-wadah di dalam lemari es. Saya belum pernah mengalami hal seperti ini,” ujarnya.

Maria Romero, pensiunan berusia 80 tahun yang tinggal di Caracas bagian selatan, mengatakan polisi membantu mengevakuasinya keluar dari rumah.

“Gempa ini mengerikan, bahkan lebih buruk dibandingkan yang terjadi pada tahun 1967,” katanya.

Seorang pekerja kantoran berusia 41 tahun yang enggan disebutkan namanya mengaku sempat menerima peringatan gempa melalui telepon genggamnya beberapa saat sebelum guncangan besar terjadi.

“Saat saya mengambil ponsel dan mulai mendengarkan apa yang dikatakannya, saya pertama kali merasakan guncangan ringan. Lalu, dalam waktu kurang dari dua detik, semuanya mulai bergerak.”

Rodriguez sendiri memimpin Venezuela sejak tergulingnya Presiden Nicolas Maduro yang didukung Amerika Serikat pada Januari lalu. Ia selama ini menggaungkan era baru kerja sama dengan AS dan negara-negara lain, terutama dalam sektor minyak, pertambangan, dan industri lainnya.

Kedutaan Besar AS di Caracas menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi pascagempa dan mengimbau seluruh warga negara Amerika yang berada di Venezuela untuk mencari tempat perlindungan yang aman serta menjauhi bangunan yang rusak.

Rumah Sakit Siaga Penuh

Di Caracas, sejumlah mobil pemadam kebakaran terlihat beroperasi di berbagai lokasi. Beberapa gedung dilaporkan mengalami kerusakan berat pada bagian fasad.

Seorang pekerja di Hospital de Clinicas Caracas mengatakan seluruh staf diminta menggandakan jumlah petugas pada shift malam guna menangani lonjakan pasien korban gempa.

Bandara terbesar Venezuela yang berada di Maiquetia, di pesisir utara Caracas, juga ditutup akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa, kata Rodriguez.

Pemerintah turut membatalkan seluruh kegiatan belajar mengajar hingga akhir pekan ini sembari melakukan pendataan tingkat kerusakan di berbagai wilayah.

BACA JUGA:  Rusia Dihantam Gempa M 8,7, 10 Wilayah di RI Berpotensi Tsunami

Di sektor energi, infrastruktur minyak Venezuela untuk sementara tidak tampak mengalami kerusakan signifikan. Sebagian besar kota yang melaporkan kerusakan parah bukan merupakan lokasi fasilitas minyak strategis.

Otoritas perlindungan sipil di Maracaibo, wilayah dekat pusat industri minyak Danau Maracaibo, menyatakan tidak ada laporan korban luka di kawasan tersebut.

Meski demikian, sejumlah perusahaan energi yang beroperasi di Venezuela mulai melakukan pendataan kondisi karyawan sekaligus pemeriksaan awal terhadap ladang minyak, fasilitas pengolahan, dan kilang mereka.

Salah satu sumber industri mengatakan pemadaman listrik berkepanjangan berpotensi memengaruhi tingkat produksi minyak mentah hingga pasokan listrik kembali normal.

Hingga berita ini ditulis, Kementerian Perminyakan Venezuela, perusahaan minyak negara PDVSA, maupun mitra asing utamanya, Chevron, belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Peringatan Tsunami Dicabut

Tak lama setelah gempa terjadi, Sistem Peringatan Tsunami Amerika Serikat sempat mengeluarkan ancaman tsunami untuk Puerto Rico, Kepulauan Virgin AS, dan Kepulauan Virgin Inggris.

Lembaga tersebut juga memperingatkan kemungkinan gelombang berbahaya yang dapat memengaruhi Aruba, Curacao, dan Bonaire.

Namun sekitar satu jam kemudian, peringatan tsunami tersebut resmi dicabut.

Venezuela memang berada di kawasan yang aktif secara seismik karena terletak pada pertemuan antara Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan.

Menurut catatan USGS, sekitar 30.000 orang tewas ketika gempa besar menghancurkan kota Merida dan Caracas pada tahun 1812, menjadikannya salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah negara Amerika Selatan tersebut.

(CNBC Indonesia)

Share This Article