Tuntut Izin Dipermudah, Ratusan Penambang Datangi Kantor Bupati Paser

Paser – Ratusan penambang pasir di Sungai Kandilo berunjuk rasa di Kantor Bupati Paser, Selasa (25/10/2022).

Melansir Liputan6.com, ratusan penambang yang juga warga sekitar menyuarakan tuntutan sembari membawa baliho.

Koordinator Aksi Koalisi Warga Penyedot Pasir, Ahmad Rano menuturkan komoditas pasir dan batuan hasil tambang berkontribusi besar bagi pergerakan roda pembangunan.

“Dan menjadi salah satu komoditas yang menggerakkan mata rantai roda perekonomian bukan hanya di Paser, tapi di PPU dan Kaltim,” luap Ahmad Rano, dikutip dari Liputan6.com.

Dirinya mengatakan, aktivitas usaha warga penambang atau penyedot pasir telah dilaksanakan secara turun temurun oleh warga di sekitar bantaran Sungai Kandilo. Dan tradisi tersebut tetap ingin dipertahankan oleh warga sebagai mata pencaharian utama.

“Namun semestinya nilai ekonomisnya tetap disesuaikan dengan situasi perekonomian di daerah,” sambung Rano.

Sebelumnya, untuk mengurus perizinan tambang pasir di Sungai Kandilo cukup diurus di pemerintah tingkat Kecamatan. Namun setelah pemerintah menerbitkan Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba, kewenangan kepengurusan izin ditarik ke Pemerintah Provinsi dan selanjutnya diubah kembali ditarik ke Pemerintah Pusat.

Dikatakan Rano, oleh karena warga sebagai pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), keterbatasan untuk melakukan kepengurusan izin ke pemerintah Pusat mengalami kendala-kendala teknis dan nilai ekonomis dari komoditas mineral pasir dan batuan pengikutnya nantinya bagi masyarakat dan pemerintah.

Sehingga pada 2021, warga pun telah bersepakat melalui perwakilannya yang mengajukan pengurusan izin di Kementerian ESDM dan di Kementerian Investasi/BPKM yakni untuk warga yang beraktivitas di Kecamatan Pasir Belengkong di wakili oleh CV Tujuh Putra.

Namun, oleh karena secara bersamaan CV Zen Zay Bersaudara juga turut mengajukan proses permohonan ijin, pasca terbitnya IUP Eksplorasi CV Zen Zay Bersaudara. Situasi kegiatan penyedotan pasir diresahkan oleh pihak CV Zen Zay Bersaudara yang menaikkan nilai jual pasir dari sebelumnya Rp85 ribu menjadi Rp200 ribu per kubik.

Selanjutnya CV Zen Zay Bersaudara mengajukan pengaduan sesuai surat pengaduan Nomor 08/223/IX/2022 tertanggal 10 September 2022 terkait kegiatan penambangan pasir (mineral bukan batu bara) tanpa ijin di wilayah konsesi CV Zen Zay Bersaudara dan penadahan dari barang curian dari konsesi CV Zen Zay Bersaudara di wilayah hukum Polres Paser.

Sebelumnya juga DPRD Paser telah memfasilitasi melalui RDP pada 5 Oktober lalu. Berakhir tanpa hasil dan jaminan sama sekali bagi warga penyedot pasir. Namun demi menghindarkan stagnasi dan inflasi daerah, akhirnya warga penyedot pasir kembali bekerja dan menyepakati harga pasir menjadi Rp90 ribu untuk pasir sedang dan Rp110 ribu untuk pasir kasar per kubik.

%d blogger menyukai ini: