Tunggakan BPJS Kesehatan Warga Bontang Capai Rp 1,4 Miliar

Bontang – Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang drg Toetoek Pribadi Ekowati mengungkapkan, hingga Maret 2022 tunggakan BPJS warga Bontang mencapai kurang lebih Rp1,4 miliar. Piutang tersebut terakumulasi dari data yang dimiliki pihaknya per Maret 2022 lalu, dimana ada 2.701 peserta BPJS yang menunggak.

Namun, jumlah itu berubah setelah Dinkes dan BPJS melalukan verifikasi ulang. Pasalnya, data sebelumnya terhitung ada 3.540 orang yang gagal membayar.

“Kalau ditotal nilainya kurang lebih Rp 1,4 miliar,” katanya, Kamis (21/7/2022).

Meski demikian, mantan Wakil Direktur RSUD Bontang itu memastikan, pemerintah akan tetap berkomitmen untuk melayani masyarakat walaupun tersangkut piutang dengan BPJS.

Nantinya, masyarakat yang menunggak iuran akan tetap terlayani dengan fasilitas kelas III. Karena kepesertaannya akan ditanggung pemerintah.

“Sesuai arahan Wali Kota, program kesehatan masyarakat salah satu fokus utama,” bebernya.

Kebijakan itu, akan dimulai pada awal Agustus mendatang. Namun, kata Toetoek, peserta BPJS yang memiliki tunggakan tetap diwajibkan melunasi utangnya. Dengan cara membayar secara bertahap atau mencicil.

“Pemerintah memberi waktu sampai 1 tahun. Terhitung Agustus ini, masyarakat mulai membayar tunggakannya. Jika dalam tempo 1 tahun tidak melunasi, maka kepesertaannya akan dicabut,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Bontang Basri Rase mengatakan, program kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama selama dirinya menjabat.

Basri berharap, masyarakat secara keseluruhan dapat menikmati pelayanan optimal. Selain itu, setiap Fasilitas Kesehatan juga diminta agar melayani sesuai prosedur yang berlaku.

“Jangan sampai ada lagi pasien yang tidak dilayani dengan alasan status kepesertaannya di BPJS Kesehatan tidak aktif,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: