Bontang – Obat yang telah kedaluwarsa di Gudang Farmasi Bontang tidak ditempatkan di wadah khusus. Pasalnya, obat-obat itu hanya ditumpuk. Bahkan ada yang berserakan di ruang terbuka pada bagian samping gudang.
Sekretaris Dinas Kesehatan mengklaim obat-obatan tersebut merupakan obat yang sudah kedaluwarsa sejak lama. Sedangkan gudang untuk obat yang kedaluwarsa baru di bangun pada 2022 lalu. Sehingga obat-obat tersebut belum sempat dipindahkan ke gudang yang baru selesai dibangun.
“Belum sempat kami pindahkan, karena baru jadi gudang obat expired-nya,” kata dia.
Anggota Komisi I DPRD Bontang, Abdul Haris pun tidak habis pikir melihat kondisi tersebut.
“Jorok, gudang obat tidak seperti ini. Ini seperti tempat pembuangan sampah. Harusnya dimusnahkan ini,” ucapnya, Selasa (7/2/2023).
Abdul Haris menilai, perencanaan pembangunan gudang tersebut tidak tertata dengan baik sejak awal. Dengan kondisi tersebut tentu akan membuat pencemaran lingkungan.
Apalagi lokasi penumpukan obat kedaluwarsa berada di atas saluran air.
Seharusnya dengan rampungnya gudang untuk obat kedaluwarsa bisa segera digunakan.
“Harusnya segera digunakan. Tidak harus memperpanjang administrasi ini dan itu. Yang dilihat di sini adalah urgensinya. Kalau seperti itu kan mencemari lingkungan,” pungkasnya.

