Terima Bankeu Paling Kecil, Peran Legislator Asal Kota Taman Dipertanyakan

SELISIK.ID- Bontang- Bantuan keuangan (bankeu) dari Pemprov Kaltim untuk Kota Bontang tahun ini disebut-sebut paling kecil dari kabupaten/kota lainnya.

Tahun ini Kota Taman mendapat jatah Rp5,7 miliar. Jauh dari usulan senilai Rp298,4 miliar.

Sementara tahun depan naik menjadi Rp10 miliar. Jumlah ini sangat jauh dibanding kabupaten termuda, Mahakam Ulu yakni Rp41 miliar lebih.

Keputusan yang tertuang dalam surat Pemprov Kaltim nomor 978/5767/2217-III/BPKAD memantik kekecewaan.

Ketua DPRD Bontang Nursalam menegaskan hal itu. Kata dia, angka tersebut dinilai tidak rasional. Pemkot Bontang saja, sebutnya, telah menyalurkan bantuan untuk guru SMA swasta sederajat sejumlah Rp5 miliar.

“Berarti hanya Rp5 miliar saja yang diperoleh Pemkot Bontang,” katanya, Senin (17/12) kemarin.

Menurut Salam, sapaannya, usulan bantuan untuk pos infrastruktur saja mencapai Rp30 miliar. Secara otomatis program untuk penanganan banjir pun mustahil dilakukan melalui bankeu.

Adanya keputusan ini membuat politisi Golkar tersebut mempertanyakan keberadaan anggota DPRD Kaltim asal Kota Taman. Besaran nilai yang jauh dari usulan disebut tidak menjadi perhatian.  

“Faktanya (hanya) Rp5 miliar. Mengapa anggota DPRD Kaltim dari Bontang diam saja. Ini bukan salah pemprov,” keluhnya. (*)