Taman Nasional Komodo Ditutup ?

SELISIK.ID- Kupang – Lokasi wisata Taman Nasional Komodo, Flores, NTT rencananya akan ditutup pemerintah setempat. Populasi komodo dan rusa yang semakin sedikit di kawasan tersebut menjadi alasan.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat berencana menutup taman nasional selama satu tahun. Tidak akan ada kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo. Keputusan ini diharapkan dapat meningkatkan populasi komodo dan rusa di taman nasional.

“Kondisi (tubuh) komodo tidak sebesar dulu lagi. Populasi rusa sebagai makanan utama komodo terus berkurang karena maraknya pencurian rusa,” tegas Viktor.

Untuk itu, kata dia, pemerintah NTT akan melakukan penataan kawasan sebagai bentuk perlindungan habitat hewan langka tersebut agar terhindar dari kepunahan.

Sejumlah pengusaha jasa wisata dan perjalanan merespons rencana gubernur. Mereka menilai rencana penutupan taman nasional sangat terburu-buru dan tidak beralasan.

“Jika memang alasannya untuk menjaga dan meningkatkan pupolasi rusa demi kelangsungan hidup komodo di sana, mestinya pemerintah memperketat keamanan agar tidak ada perburuan liar. Aneh saja kalau langsung ditutup,” sebut Hasdin, salah satu agen perjalanan di Labuan Bajo.

Penutupan taman nasional dikhawatirkan akan memutus pendapatan masyarakat yang mayoritas bergantung pada jasa dan wisata di Taman Nasional Komodo.

Sementara itu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menilai akan mendukung jika rencana penutupan itu demi kebaikan. Tapi terelebih dahulu, ia akan mengutus tim mengkaji rencana itu.

“Kalau (Gubernur) punya ide dan pandangan untuk hal-hal yang lebih baik, saya kira ya bisa saja (ditutup, Red),” kata Siti, Minggu (20/1/2019).

Rencana pentupan kawasan wisata Taman Nasional Komodo akan digunakan Pemprov NTT untuk berbenah. Dana sebesar Rp100 miliar dari APBD 2019 disebut siap digelontorkan.

“Tahun ini kami anggarkan dana sebesar Rp100 miliar dari APBD untuk bangun Pulau Komodo, untuk bangun dari awal lagi populasi komodo di pulau itu,” kata gubernur dikutip dari Antara, Senin (21/1/2019).

Dana tersebut juga akan digunakan untuk membudidayakan ternak seperti kerbau, babi, kambing, serta rusa, agar komodo tersebut tak saling memakan.

“Belum lama ini ada pencurian ternak di pulau Komodo. Ini baru satu orang mungkin, masih banyak yang melakukan pencurian. Kalau ini tidak dicegah makan makanan Komodo bakal berkurang. Jangan sampai Komodo memakan anaknya sendiri,” tambahnya.(*)