Tak Ditemukan Penyakit, DPKH Kaltim Cek Hewan Kurban di Bontang

SELISIK.ID, Bontang – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim Dadang Sudarya meninjau hewan kurban di Bontang, Rabu (7/8/2019).

Didampingi tim kesehatan masyarakat veteriner (Kesmavet) Provinsi Kaltim, melakukan pengawasan dan pemeriksaan pada hewan kurban.

Rombongan disambut Kepala DKP3 Bontang Aji Erlynawati dan Kabid Peternakan Eddy Forestwanto.

Dadang mengatakan, dari hasil kunjungan, kondisi hewan kurban terpantau baik dan tidak ditemukan penyakit. Meski penjual sapi kurban bersifat musiman, lokasi yang digunakan cukup baik karena memiliki atap dan dilindungi pepohonan.

“Yang ditakutkan adalah tempat mereka (hewan kurban, Red) tidak beratap, kemudian hewan kepanasan. Bila itu terjadi, maka hewan bisa stres dan mengakibatkan hewan itu bisa kurus,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, terkait hewan ternak, sebenarnya pemerintah memiliki program asuransi usaha ternak sapi/kerbau (AUTS). Asuransi tersebut diberikan dalam rangka membantu peternak. Iurannya cukup ringan, dari Rp 100 ribu, pemerintah memberikan subsidi sebanyak 40 persen.

Kemudian keunggulan mengikuti asuransi itu, kata dia, bila ada hewan ternak yang mati atau dicuri, pengguna asuransi bisa mendapatkan ganti sebesar Rp 10 juta.

“Sebanyak 2500 sapi/kerbau di Kaltim sudah diasuransikan. Dari Bontang sekira ada 250 ekor,” paparnya.

Sementara itu, Aji Erlynawati menuturkan, di Bontang tahun ini ada 45 lokasi penjualan hewan kurban. Baik itu di jalan utama Bontang maupun pasar.

Berdasarkan data, ada 1.044 sapi dan 1.346 kerbau dan penjualan sudah mencapai 50 persen. Hewan-hewan tersebut sudah diberi label sesuai syarat dan syariat Islam.

Untuk anthemortem (pemeriksaan hewan ternak) akan dilaksanakan hingga H-1 dan pastmortem (pemeriksaan pasca penyembelihan) akan melaksanakan tugas mereka pasca Iduladha sampai H+3.

“Semoga kedatangan Pak Dadang yang sudah melihat peternakan di Bontang secara umum dapat memberikan masukan, sehingga kedepan lebih baik lagi,” harapnya.

Dalam kegiatan tersebut, DKP3 Bontang secara simbolis melepas petugas postmortem sebanyak 30 orang. Terdiri dari 21 orang DKP3, 2 orang karantina, 3 orang dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Bontang, dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) 4 orang. (ver/adv).