Bontang – SMP Negeri 9 Bontang mulai menerapkan pembelajaran digital secara lebih optimal setelah menerima bantuan tablet pintar dari Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Program ini disambut positif oleh Kepala Sekolah, Lilyn Indriyawati, sebagai langkah penting memperkuat sistem pendidikan berbasis teknologi.
Menurut Lilyn, penggunaan perangkat digital menjadi wujud pendidikan adaptif terhadap perkembangan zaman. Tablet dinilai mampu memperkaya metode belajar dan memberikan ruang lebih luas bagi guru dalam mengembangkan media pembelajaran interaktif.
“Tablet jadi sarana efektif. Pembelajaran saat ini menuntut siswa aktif, kreatif, serta melek teknologi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kini berjalan lebih optimal dengan dukungan perangkat tersebut. Siswa dapat langsung mempraktikkan berbagai aplikasi, serta mengikuti pembelajaran daring secara efektif di bawah bimbingan guru.
Meski demikian, Lilyn menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi di sekolah tetap diimbangi dengan pembinaan karakter. Siswa dibekali pemahaman tentang etika dan tanggung jawab dalam menggunakan perangkat digital.
“Digitalisasi itu bukan berarti semua hal harus berbasis layar. Guru tetap berperan penting membimbing anak agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak,” terangnya.
Ke depan, SMPN 9 Bontang berencana mengintegrasikan penggunaan tablet ke dalam kegiatan literasi dan proyek kolaboratif antarkelas. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan minat belajar sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong di antara siswa.
“Dengan kombinasi teknologi dan karakter, kami optimistis siswa SMPN 9 akan tumbuh menjadi pelajar adaptif dan berdaya saing,” tutupnya.

