Selisik.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang belum berhasil memenuhi seluruh kebutuhan guru pengganti yang dibuka tahun ini. Dari total 65 formasi yang tersedia, hanya 62 posisi yang berhasil terisi, sementara tiga formasi lainnya tetap kosong karena tidak ada pelamar.
Ketiga formasi yang tidak terisi tersebut merupakan posisi guru Seni dan Budaya. Meski demikian, proses seleksi tetap berjalan sesuai tahapan, mulai dari seleksi administrasi, tes, hingga praktik mengajar (micro teaching), sehingga menghasilkan 62 guru pengganti yang dinilai layak untuk bertugas.
Sekretaris Disdikbud Kota Bontang, Saparuddin, mengatakan tidak terpenuhinya seluruh kuota bukan karena peserta gagal seleksi, melainkan karena minimnya peminat pada formasi guru Seni dan Budaya.
“Kuota yang kita targetkan sebenarnya 65 orang, namun yang berhasil menyelesaikan seluruh tahapan dan dinyatakan lulus ada 62 peserta. Tiga posisi yang masih kosong itu semuanya untuk guru Seni dan Budaya karena memang pendaftarnya sangat sedikit,” ujarnya.
Meski masih terdapat tiga formasi kosong, Disdikbud tetap akan segera menempatkan 62 guru pengganti yang telah lulus ke sejumlah sekolah di Kota Bontang. Langkah ini dilakukan untuk mengisi kebutuhan guru agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan baik.
Saparuddin juga berpesan agar para guru pengganti yang baru diterima dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, dan memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik kepada peserta didik.
“Kami berharap para guru yang baru diterima dapat bekerja secara maksimal dalam melayani kebutuhan pendidikan masyarakat. Dedikasi dan profesionalisme mereka sangat dibutuhkan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Bontang,” pungkasnya.

