Psikolog Sarankan Pasangan Diskusi soal Seksualitas Sebelum Menikah

selisik
3 Min Read

Selisik.id – Media sosial sempat ramai dengan tangkapan layar berisi curhatan seorang istri yang ‘tidak mood’ saat menemukan penis suaminya berukuran sekitar 3 sentimeter saat malam pertama.

Hal seperti di atas bisa saja terjadi pada setiap pasangan. Tak melulu menyoal ukuran atau bentuk alat kelamin, tapi juga menyoal kebiasaan seksual secara menyeluruh.

Keluhan-keluhan terkait seksual yang muncul setelah menikah sebenarnya bisa dicegah. Caranya adalah dengan mendiskusikannya terlebih dahulu dengan calon suami atau istri sebelum menikah.

Psikolog klinis Inez Kristanti mengatakan bahwa keterbukaan terkait seks sebelum menikah memang sangat penting. Bahkan, topik diskusi seputar seks ini bisa dilihat sebagai salah satu bentuk persiapan pra-nikah karena menyangkut ke kehidupan rumah tangga ke depannya.

BACA JUGA:  Pariwisata Indonesia Kalah dari Thailand dalam Hal Akses dan Amenitas

“Pembicaraan-pembicaraan [terkait seksualitas] ini bisa dilihat sebagai salah satu bentuk persiapan pernikahan,” ujar Inez saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (12/5).

Tak cuma persiapan psikologis dan finansial, kondisi fisik, termasuk salah satunya terkait seksualitas, juga perlu dibicarakan sebelum menikah.

“Hal-hal yang perlu dibicarakan misalnya ekspektasi terkait seksualitas seperti apa,” kata Inez.

Selain itu, kata Inez, pasangan juga perlu mengecek apakah keduanya sudah nyaman untuk membicarakan terkait seksualitas secara terbuka.

Tak hanya soal frekuensi, ekspektasi dalam seks, termasuk di antaranya hal-hal yang ingin dilakukan, juga perlu dibicarakan bersama pasangan sebelum menikah.

BACA JUGA:  Wajah Wanita di Kaltim Ini Menggosong Usai Pakai Krim Pemutih

“Misalnya keunikan-keunikan tertentu seperti kalau pasangan punya fetish, atau ada ketertarikan khusus. Ini juga perlu didiskusikan dengan pasangan supaya pasangan bisa menakar apakah dia mau melakukan hal tersebut atau tidak,” jelas dia.

Inez mengatakan, keterbukaan terkait seksualitas menjadi salah satu topik penting dalam pranikah, selain soal visi misi pasangan ke depan, keuangan, dan lainnya.

“Karena walaupun misalnya pasangan punya prinsip untuk baru mau aktif melakukan aktivitas seksual setelah menikah, kita tetap perlu punya pengetahuan dan mempersiapkan diri. Ini bagian dari persiapan pernikahan,” katanya.

Seseorang tidak bisa berekspektasi untuk langsung mengerti dan cocok dengan keadaan pasangan terkait seksualitas saat malam pertama. Ketika sudah terlanjur menemukan fakta yang tidak diinginkan pun, diskusi sudah dirasa telat.

BACA JUGA:  Waspada, Ini 8 Dampak Negatif Puasa Tanpa Sahur bagi Kesehatan

“Maka itu sebelum kita masuk ke dunia itu, kita juga sudah punya pengetahuan dulu, kesiapan dulu supaya enggak kaget banget,” ucap Inez lebih lanjut.

Namun sayangnya, belum semua orang Indonesia terbuka akan hal tersebut. Topik tentang seks, lanjut Inez, masih dianggap tabu di Indonesia.

“Mungkin beberapa orang masih sungkan karena topik seks adalah hal yang masih dianggap tabu,” kata Inez.

(CNNIndonesia.com)

TAGGED:
Share This Article