BONTANG – Pemerintah Kota Bontang kembali melanjutkan program bantuan perlengkapan sekolah bagi peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tahun 2026.
Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp11,3 miliar untuk pengadaan tas dan sepatu sekolah. Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung akses pendidikan serta meringankan beban masyarakat.
Berdasarkan perencanaan pengadaan, jumlah bantuan yang disiapkan mencakup sekitar 19.970 paket untuk siswa SD dan 9.850 paket untuk siswa SMP. Seluruh penerima akan memperoleh perlengkapan sekolah secara lengkap sesuai kebutuhan.
Mengacu pada data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Inaproc, anggaran pengadaan sepatu sebesar Rp6,5 miliar, sementara pengadaan tas sebesar Rp4,8 miliar.
Kepala Disdikbud Kota Bontang, Abdu Safa Muha, menjelaskan bahwa proses pengadaan dilakukan melalui mekanisme e-katalog guna menjamin transparansi dan efisiensi. Untuk pemenuhan kebutuhan dalam jumlah besar, pengadaan tas dan sepatu dilakukan melalui penyedia dari luar daerah.
Hal tersebut disebabkan belum tersedianya pelaku usaha lokal yang mampu memenuhi kebutuhan dalam skala besar. Meski demikian, keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap diakomodasi dalam pengadaan seragam sekolah.
“Pengadaan tas dan sepatu dilakukan melalui pihak ketiga dengan penyedia dari luar daerah, menyesuaikan kapasitas produksi yang dibutuhkan,” ujarnya.
Disdikbud Kota Bontang juga mengharapkan dukungan dari satuan pendidikan dalam proses distribusi, termasuk memastikan kesesuaian ukuran sepatu bagi masing-masing siswa penerima.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Bontang berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung kelancaran proses belajar mengajar. (*)

