BACA JUGA:  Bupati Kutim Apresiasi Event NSCC yang Diikuti Atlet dari 14 Provinsi di Indonesia

Panen Pedet, Upaya DTPHP Kutim Tingkatkan Produksi Sapi dan Pertanian Berkelanjutan

Kutai Timur – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim baru-baru ini menggelar acara panen pedet bersama-sama Bupati Kutai Timur dan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur, di Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Rantau Pulung pada Kamis (9/11/2023).

Dalam berbagai hal, Bupati Ardiansyah Sulaiman mendorong perlunya menggalakkan sektor peternakan untuk memenuhi kebutuhan lokal.

Ardiansyah mengungkapkan bahwa pada tahun 2020, populasi sapi di Kabupaten Kutai Timur mencapai 19.775 ekor, dengan produksi daging mencapai 4.503,35 ton.

BACA JUGA:  Bupati Kutim Apresiasi Event NSCC yang Diikuti Atlet dari 14 Provinsi di Indonesia

Bupati Ardiansyah menetapkan target kesiapan 5.000 ekor sapi setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat Kutai Timur.

“Saat ini baru ada seribuan lebih sapi di Kutim, dan jumlah tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging masyarakat. Harapannya dengan adanya kegiatan panen pedet bisa memenuhi kuota daging sapi bagi warga Kutim,” ujar Ardiansyah.

Selain memberikan manfaat pertambahan nilai ekonomi dari subsektor pertanian, panen pedet juga mendukung sektor pertanian, terutama dalam penyediaan bahan pupuk organik.

BACA JUGA:  563 PNS Terima Satyalancana Karya Satya, Bupati Kutim: Bukti Negara Menghargai Dedikasi

Kepala DTPHP Kutim, Diah Ratnaningrum menyebut, beberapa aspek yang menjadi fokus program seperti peningkatan kualitas pakan, bibit, kesehatan hewan, dan pengendalian pemotongan betina produktif.

“Pengolahan produk asal hewan serta manajemen usaha. Saat ini, DTPHP Kutim juga telah fokus pada Upsus Siwab (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting),” tambah Diah.

Diah mendorong pola pemeliharaan sapi dari individu ke kelompok dengan pola perkandangan koloni untuk memenuhi skala ekonomi. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sapi lokal.

BACA JUGA:  Bupati Kutim Serukan Persatuan dan Kesatuan di Deklarasi Pemilu Damai 2024

Selain itu, dia juga mendorong pola integrasi peternakan dan tanaman, seperti integrasi sapi-sawit dan jagung-sawit.

“Ada simbiosis mutualisme, saling menguntungkan antara limbah sawit menjadi pakan ternak. Kemudian kotoran sapi dimanfaatkan untuk pupuk organik sawit. Hasilnya adalah peningkatan Tandan Buah Segar (TBS) setelah menggunakan pupuk organik,” jelas Diah.

Acara panen pedet ini menjadi langkah positif dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pembangunan pertanian yang berkelanjutan di Kutai Timur. (Adv)

You might also like

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/selisikks/public_html/wp-includes/functions.php on line 5420

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/selisikks/public_html/wp-includes/functions.php on line 5420

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/selisikks/public_html/wp-content/plugins/really-simple-ssl/class-mixed-content-fixer.php on line 107