Najirah Ajak Perempuan Tetap Mandiri Meski Telah Menikah

selisik
2 Min Read

Bontang – Keberadaan perempuan saat ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Wanita juga memiliki hak untuk menggapai cita-citanya dan diharuskan mandiri, selain perannya menjadi seorang ibu dan istri.

Wakil Wali Kota Bontang Najirah mengatakan sekarang bisa dipastikan jika perempuan diberikan kesempatan kerja dan pendidikan yang mempuni, serta meraih cita-citanya setinggi mungkin, maka mereka bisa setara dengan laki-laki.

Tidak sedikit wanita yang menjalani peran ganda. Misalnya, wanita karir juga memiliki peranan sebagai ibu rumah tangga.

BACA JUGA:  Wali Kota Basri Buka Pelatihan Penjaga Masjid

“Menjadi perempuan tentu harus memiliki kemandirian. Karena suatu saat, ke depannya tidak akan pernah diketahui jika perempuan akan kehilangan suami. Seperti meninggal atau menikah lagi,” kata dia saat memberikan sambutan dalam kegiatan Emotional Spiritual Quotient (ESQ), Senin (16/10/2023).

Najirah menilai, jika hal itu terjadi, seperti suami lebih dulu meninggal, maka perempuan dituntut mandiri. Belum lagi wanita juga harus berperan sebagai seorang ayah, di samping dia harus bekerja menjadi seorang ibu.

BACA JUGA:  Creative Hub Diresmikan, Wali Kota Bontang Yakin Bisa Cetak Generasi Muda Kreatif

“Karena segala sesuatunya tidak akan pernah bisa ditebak seperti apa kehidupan ke depanya,” ucapnya.

Kata dia, perempuan tidak serta merta harus bergantung kepada suami. Namun, bukan berarti perempuan merendahkan derajat suami. Tetapi, sebagai perempuan harus memiliki kesiapan dalam kondisi apapun.

“Ketika perempuan kehilangan suami, perempuan sudah memiliki kesiapan untuk melanjutkan hidup dan menafkahi anak. Sebagai perempuan kita harus bangkit dan mandiri,” paparnya.

BACA JUGA:  Basri-Najirah Tinjau Pembuatan Turap Sungai Guntung

Meski demikian Najirah mengingatkan, ketika seorang perempuan memiliki karir yang lebih baik dan tinggi dari seorang suami, jangan sampai seorang wanita melupakan kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu dalam rumah tangga.

“Kalau ada aktivitas pada organisasi jangan sampai lupa kewajiban kita sebagai istri dan ibu,” tegasnya. (Adv)

Share This Article