Nadiem Ubah Tes Masuk PTN, Jalur IPA-IPS Dihapus

Selisik.id – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim resmi mengubah pola tiga jalur seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Perubahan paling ekstrem adalah menghapus tes mata pelajaran dari materi ujian, serta tak lagi membedakan jalur IPA dan IPS untuk seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN).

“Dengan demikian, peserta didik didorong untuk fokus pada keseluruhan pembelajaran serta menggali minat dan bakatnya sejak dini. Nantinya peserta didik diharapkan agar menyadari bahwa semua mata pelajaran adalah penting dan agar mereka membangun prestasinya sesuai minat dan bakat,” kata Nadiem Anwar Makarim saat peluncuran Merdeka Belajar Episode Kedua Puluh Dua secara daring yang dikutip dari siaran pers Kemendikbudristek, Rabu (7/9).

Sebelumnya, Nadiem menyampaikan, bahwa pada jalur SNMPTN calon mahasiswa dipisahkan berdasarkan jurusan di pendidikan menengah.

“Padahal untuk sukses di masa depan peserta didik perlu memiliki kompetensi yang holistik dan lintas disipliner. Contohnya, seorang pengacara harus punya ilmu dasar tentang hukum, tetapi juga harus memiliki ilmu komunikasi yang jadi pembeda,” kata dia.

Sementara terkait penghapusan tes mata pelajaran dari materi ujian masuk PTN, Nadiem mengatakan, ke depan seleksi akan fokus pada pengukuran kemampuan penalaran dan pemecahan masalah.

Ia menyebut, pada cara seleksi sebelumnya, ujian dengan menggunakan banyak materi dari banyak mata pelajaran ternyata secara tidak langsung memicu turunnya kualitas pembelajaran. Dan, sambungnya, peserta didik kurang mampu menjadi lebih sulit untuk dapat sukses pada jalur ini.

“Kali ini berbeda. Dalam seleksi ini, tidak ada lagi tes mata pelajaran, tetapi hanya tes skolastik yang mengukur empat hal yaitu potensi kognitif, penalaran matematika, literasi dalam bahasa Indonesia, dan literasi dalam bahasa Inggris. Soal pada seleksi ini akan menitikberatkan kemampuan penalaran peserta didik, bukan hafalan,” ujar Nadiem.

Kini, jalur prestasi hanya akan menyeleksi 50 persen nilai rata-rata rapor dan 50 persen sisanya diukur dari komponen minat dan bakat.

“Nantinya peserta didik diharapkan agar menyadari bahwa semua mata pelajaran adalah penting dan agar mereka membangun prestasinya sesuai minat dan bakat,” katanya.

Nadiem mengklaim transformasi seleksi masuk PTN yang menjadi bagian dari Merdeka Belajar episode ke-22 itu sejalan dengan misi menghadirkan sistem pendidikan yang memprioritaskan kebutuhan peserta didik dan menjunjung tinggi asas keadilan.

“Kami selalu percaya bahwa keberhasilan terobosan Merdeka Belajar bergantung pada dukungan seluruh lapisan masyarakat,” ucap Nadiem.

Transformasi seleksi PTN bertujuan untuk menyelaraskan pembelajaran di jenjang pendidikan menengah dengan pendidikan tinggi. Selain itu, kebijakan ini juga bermaksud untuk memberikan kesempatan yang lebih adil kepada peserta didik terutama yang memiliki latar belakang kesulitan ekonomi.

Seleksi Mandiri Masuk PTN

Sedangkan pada jalur seleksi mandiri yang digelar oleh masing-masing PTN, pemerintah akan mengatur agar seleksi mandiri dilakukan secara lebih transparan. PTN juga harus melakukan beberapa hal sebelum dan setelah seleksi mandiri.

Sebelum pelaksanaan seleksi mandiri, PTN wajib mengumumkan beberapa hal, mulai dari jumlah calon mahasiswa di tiap fakultas dan program studi, metode penilaian tes hingga besaran biaya atau metode penentuan besaran biaya yang dibebankan bagi calon mahasiswa yang lulus seleksi.

Kemudian usai pelaksanaan seleksi mandiri, PTN wajib mengumumkan jumlah peserta yang lulus seleksi dan sisa kuota yang belum terisi, masa sanggah bagi peserta tes, hingga tata cara penyanggahan hasil seleksi. (CNNIndonesia.com)

%d blogger menyukai ini: