BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang memberikan apresiasi atas pelaksanaan Lomba Bertutur tingkat SD/MI se-Kota Bontang Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK). Kegiatan ini dinilai sebagai salah satu langkah strategis dalam memperkuat budaya literasi sekaligus membentuk karakter siswa sejak usia dini.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menyampaikan bahwa lomba bertutur bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang pembelajaran bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, keberanian tampil di depan umum, serta pemahaman terhadap nilai moral dalam sebuah cerita.
“Melalui kegiatan bertutur, anak-anak tidak hanya belajar menyampaikan cerita dengan baik, tetapi juga memahami pesan moral yang terkandung di dalamnya, sehingga sangat bermanfaat bagi penguatan karakter mereka,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, kegiatan literasi seperti lomba bertutur memiliki peran penting dalam menjaga minat baca anak sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi, berpikir kritis, dan kreativitas.
“Program seperti ini menjadi salah satu cara efektif untuk menumbuhkan budaya membaca, memperkuat literasi, serta melatih kreativitas dan daya pikir siswa,” jelasnya.
Pelaksanaan lomba yang mencapai puncak kegiatan pada 29 April 2026 berlangsung kompetitif dengan melibatkan peserta dari berbagai Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kota Bontang. Penilaian dilakukan secara objektif oleh dewan juri berdasarkan teknik bertutur, ekspresi, dan penguasaan materi cerita.
Berdasarkan hasil penilaian, Muhammad Rhisyam Al Zailani dari SDN 001 Bontang Selatan berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Salsabila Tsaniya Rahma dari SDN 010 Bontang Selatan, disusul Ayunindya Rania Kurniawan dari sekolah yang sama sebagai juara ketiga.
Sementara itu, kategori juara harapan diraih oleh Queen Faradisha Zahra Ramadhani dan Elsa Aqila Sofiyah dari SDN 001 Bontang Utara, serta Andi Muhammad Edgar Jagatanegara dari SDIT Cahaya Fikri.
Abdu Safa berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan yang lebih luas sebagai bagian dari penguatan gerakan literasi di lingkungan pendidikan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berkembang dan menjadi bagian penting dari penguatan literasi sekolah, dengan dukungan aktif dari guru dan orang tua agar anak-anak semakin gemar membaca serta percaya diri dalam menyampaikan gagasan,” pungkasnya.

