Bontang – Pemadaman listrik tanpa pemberitahuan lebih awal memicu protes warga di Bontang. Seorang warga bahkan mendatangi Kantor PLN UP3 Bontang di Jalan MT Haryono, Selasa (27/10/2026) malam, untuk meminta penjelasan atas gangguan listrik yang terjadi saat aktivitas keluarga masih berlangsung.
Warga tersebut adalah Bayu Sugara, warga RT 02, Jalan Sultan Syahrir, Kelurahan Tanjung Laut Indah. Ia datang bersama dua rekannya sekitar pukul 19.55 Wita setelah aliran listrik di rumahnya padam secara tiba-tiba.
Bayu mengaku kesal karena pemadaman terjadi ketika dirinya sedang memasak nasi untuk makan malam sekitar pukul 18.30 Wita. Akibatnya, nasi yang dimasak belum matang. Selain itu, pemadaman mengganggu anaknya yang sedang belajar.
“Tidak ada informasi, tiba-tiba listrik padam,” kesal Bayu.
Menurutnya, informasi mengenai pemadaman semestinya disampaikan sebelum aliran listrik dihentikan agar pelanggan dapat mengantisipasi gangguan terhadap aktivitas sehari-hari.
Ia juga mempertanyakan keterlambatan informasi dari PLN. Bayu mengaku baru mengetahui pengumuman pemadaman setelah mendatangi kantor perusahaan penyedia listrik tersebut.
“Aneh memang. Saya bayar listrik. Informasi baru disampaikan saat datang ke kantor PLN,” uajr Bayu.
Bayu kemudian meminta petugas memanggil pimpinan PLN agar dirinya memperoleh penjelasan langsung mengenai penyebab pemadaman dan tidak adanya pemberitahuan sebelumnya.
Ia bahkan mengancam akan mengajak lebih banyak orang jika keluhannya tidak mendapat respons.
“Kalau tidak datang, saya panggil anggota lebih banyak. Duduki kantor PLN,” ancam Bayu.
37 Wilayah Terdampak Pemadaman
Berdasarkan informasi yang diterima, sebanyak 37 wilayah di Bontang terdampak penghentian sementara aliran listrik akibat gangguan pada sejumlah pembangkit.
Pengumuman pemadaman dari PLN ULP Bontang Kota baru disampaikan pada pukul 19.52 Wita, setelah gangguan listrik terjadi. Dalam pengumuman tersebut, penghentian sementara aliran listrik dijadwalkan berlangsung hingga pukul 22.00 Wita.
Wilayah terdampak meliputi Jalan Pipa Sidrap, Jalan Pupuk Raya, Jalan Kebun Salak, Jalan Sidrap, Jalan Tari Dewa-Dewa, Jalan Tari Enggang, Jalan Tari Jepen, Jalan Slamet Riyadi, Jalan Kapal Pinisi, Jalan Kapal Layar, Jalan Kapal Selam, Jalan Martadinata, Jalan Kapal Feri, Jalan Asmawarman, Jalan Tarakan, Jalan Potingku, Jalan Pendidikan, Jalan Palembang, Jalan Durian, Jalan Taman Siswa, Jalan Damai, Jalan Simon Tampubolon, Jalan HM Ardans, Jalan Ulin, Kanaan, sebagian wilayah HOP, sebagian Jalan A Yani, Jalan Sultan Syahrir, Jalan Selat Karimata, Jalan Habibon, Jalan Selat Rote, Jalan Jenderal Soedirman, Jalan WR Soepratman, Jalan Cumi-Cumi, dan Jalan Kenangan.
PLN Minta Maaf dan Janji Evaluasi
Menanggapi keluhan tersebut, Manager ULP PLN Bontang Kota Rendra Alfian Raharjo menjelaskan bahwa pemadaman dipicu gangguan pada pembangkit listrik yang berdampak terhadap sejumlah wilayah di Bontang.
Rendra menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang dialami pelanggan. Pihaknya juga menyatakan akan mengevaluasi penyampaian informasi pemadaman serta memaksimalkan upaya perbaikan untuk meningkatkan pelayanan.
“Kami memohon maaf atas kejadian ini dan akan memaksimalkan pelayanan,” ujarnya saat bertemu dengan warga.
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi Bayu untuk menyampaikan keberatannya secara langsung kepada pihak PLN, terutama terkait informasi pemadaman yang baru diterima setelah listrik terlanjur padam.

