Kerja Sama UGM, 65 Guru Dibekali Pelatihan Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus

selisik
3 Min Read

Bontang, – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelatihan Pendidikan Inklusi pada satuan pendidikan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Kota Bontang, di Fakultas Psikologi UGM Yogyakarta, mulai 17-23 September 2024.

Selain itu, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan perjanjian kerjasama dengan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Hal tersebut telah diatur dalam nomor 400.3.9.4/198/DISDIKBUD/2024 DAN 6935/UNI/FPSi/KSMA/KS/2024, tentang Penelitian dan Program Pendidikan Inklusi Bagi Para Guru SD dan SMP Negeri Kota Bontang.

“Jadi yang ikut pelatihan itu ada 65 guru, gabungan guru SD dan SMP,” ujar Kepala Disdikbud Kota Bontang, Bambang Cipto Mulyono melalui Sekretaris, Saparuddin, Rabu (18/9/2024).

BACA JUGA:  Kadisdikbud Bontang: Semua Sekolah Adalah Sekolah Inklusif, Wajib Terima ABK

Adapun rinciannya yaitu, 42 guru Sekolah Dasar, 20 guru Sekolah Menengah Pertama, dan tiga peserta berasal dari Pusat Layanan Disabilitas (PLD) persiapan.

Tujuan dari pelatihan tersebut guna mempelajari tentang penanganan anak-anak yang berkebutuhan khusus yang ada di sekolah.

“Ini tercantum di Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi nomor 48 Tahun 2023,” katanya.

Saparudin yang sekaligus Ketua Tim Percepatan pelaksanaan Inklusi pada Disdikbud Kota Bontang menyebutkan, berdasarkan peraturan tersebut, semua anak berhak mendapatkan akomodasi yang layak, terutama untuk peserta didik penyandang disabilitas pada Satuan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, dan Pendidikan Tinggi.

BACA JUGA:  Tampil Memukau di FOP, SDN 016 Bonsel Borong Sederet Prestasi

Bimtek ini dilaksanakan dengan sistem kelas daring-Zoom, Kelas Luring (Tatap muka), Kelas Asinkron (learning Manajemen Sistem) selama kurun waktu 1 September 2024 sampai 31 Desember 2024.

Lalu, dimulai dengan tahap I melalui tatap muka selama 7 hari sejak tanggal 17 sampai dengan 23 September 2024 di Fakultas Psikologi UGM Yogyakarta dengan materi Disabilitas, Pendidikan Inklusi, Universal Design For Learning, Asismen kebutuhan siswa, suara anak, dan kolaborasi. “Nantinya para guru akan memperoleh materi pengalaman belajar yang beragam,” imbuhnya.

Lanjut, pada tahap II melalui Zoom di bulan Oktober 2024 mendatang, guru-guru melakukan praktek langsung di sekolah masing-masing, dengan case conference diskusi kasus siswa dalam penanganannya,

BACA JUGA:  Penampilan Tari Jepen 2.300 Siswa Membuka BCC dan Pawai Budaya 2024

Terakhir pada Desember 2024, para Dosen dan Pengajar UGM akan datang ke Bontang melakukan observasi pembelajaran di kelas. Nantinya, mereka akan melakukan implementasi atas hasil pelatihan, Forum Group Diskusi (FGD) dengan guru, FGD dengan Siswa. FGD dengan orang tua siswa.

Penyelenggaraan pendidikan di Kurikulum Merdeka harus mengakomodasi, seluruh peserta didik dalam rangka memberikan hak-hak bagi peserta didik.

“Memang ini tujuan pendidikan nasional, untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan layanan yang sama sebagai warganegara,” pungkasnya. (adv/red)

Share This Article