Bontang – Dalam upaya meningkatkan kompetensi tenaga pendidik secara optimal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang memusatkan pelaksanaan program bimbingan teknis (bimtek) guru di dalam daerah pada tahun 2026.
Kebijakan ini diambil sebagai strategi untuk memperluas jangkauan peserta, sehingga lebih banyak guru dapat mengikuti pelatihan dibandingkan dengan pelaksanaan di luar daerah yang cenderung terbatas.
Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikbud Bontang, Ishak Karangan, menyampaikan bahwa langkah ini juga sejalan dengan arahan kepala daerah guna mengoptimalkan capaian program peningkatan kompetensi guru.
“Pelaksanaan bimtek di Bontang bukan hanya untuk efisiensi anggaran, tetapi juga agar jumlah guru yang mengikuti bisa lebih banyak. Kalau dilaksanakan di luar daerah, jumlah peserta pasti terbatas karena membutuhkan biaya yang lebih besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan pelaksanaan kegiatan di dalam kota, efektivitas program dapat lebih terjaga dan sasaran peningkatan kualitas tenaga pendidik dapat tercapai secara maksimal.
“Kalau dilaksanakan di sini, lebih efektif dan capaian program bisa lebih optimal,” jelasnya.
Melalui kebijakan ini, Disdikbud Bontang menargetkan pemerataan kesempatan bagi seluruh guru, mulai dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP, untuk mengikuti bimbingan teknis.
Selain meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran, langkah ini juga memastikan setiap guru memperoleh akses terhadap pelatihan yang memadai guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kota Bontang.
Dengan demikian, meskipun alokasi anggaran lebih terkendali, capaian peningkatan kompetensi guru tetap dioptimalkan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing.

