Bontang – Program Konsultasi Peminatan Masa Depan Siswa (Kopi Manis) yang digagas Guru BK SMPN 1 Bontang, Heri Siswoko, mulai menunjukkan dampak signifikan terhadap persiapan siswa kelas IX dalam menentukan pilihan pendidikan lanjutan. Program ini dinilai menjadi sarana penting bagi peserta didik untuk mengenali potensi diri sebelum memasuki jenjang berikutnya.
Kopi Manis menjadi wadah bagi siswa untuk mengevaluasi minat dan bakat, memahami berbagai jalur pendidikan yang tersedia, serta menyusun rencana belajar yang lebih terarah. Pendekatan tersebut dinilai membantu mengurangi kebingungan siswa dalam memilih sekolah lanjutan yang sesuai kemampuan dan tujuan masa depan.
Atas inovasi ini, Heri meraih peringkat ketiga kategori Guru Transformatif pada Gebyar GTK 2025 tingkat Kalimantan Timur. Pengakuan tersebut memperkuat posisi Kopi Manis sebagai salah satu model pendampingan yang dianggap relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Kepala Disdikbud Kota Bontang, Abdu Safa Muha, menilai program tersebut sebagai bentuk nyata dukungan guru dalam mempersiapkan generasi muda. Ia menyebut inovasi seperti Kopi Manis mampu membantu siswa menentukan langkah mereka dengan lebih terarah.
“Kita patut bangga karena inovasi ini menunjukkan komitmen guru dalam memberikan bimbingan yang mampu menuntun peserta didik menentukan arah masa depannya,” ujarnya, Senin (10/11/2025).
Kepala SMPN 1 Bontang, Riyanto, berharap keberhasilan ini dapat mendorong pendidik lain untuk mengembangkan program serupa. Menurutnya, pendampingan yang terstruktur sangat dibutuhkan siswa, terutama menjelang kelulusan.
Program Kopi Manis kini menjadi salah satu praktik bimbingan yang dinilai efektif dalam membantu peserta didik mengenal diri dan menentukan keputusan penting dengan lebih percaya diri.

