Harus Uji di Samarinda, Faisal Desak Pemkot Bangun Gedung KIR

Bontang – Anggota Komisi III DPRD Bontang Faisal meminta Pemkot Bontang segera membangun fasilitas uji kir atau layanan pengujian pelayanan kendaraan berkala. Karena fasilitas yang tak memadai, proses kir di Bontang kini telah dialihkan ke Samarinda.

Layanan uji kir di Bontang memang disetop tahun ini. Fasilitas yang tak layak menjadi salah satu penyebabnya. Padahal layanan ini dinilai sangat dibutuhkan masyarakat. Karena sudah bisa dipastikan, warga Bontang akan merogoh kocek lebih dalam untuk uji kir di luar kota.

“Bontang hanya menerbitkan rekomendasi. Kemudian di uji di Samarinda. Coba dikalkulasi berapa biaya untuk pergi ke luar kota? Tentu jauh lebih besar,” tegas Faisal saat ditemui di Gedung DPRD Bontang, Selasa (2/3/2021).

Dia mengaku heran dengan kinerja Pemkot Bontang yang seakan tidak jeli melihat program prioritas. Karena yang terlihat justru sebaliknya. Salah satu buktinya, Dinas Perhubungan Kota Bontang justru lebih getol mendorong terwujudnya rencana bongkar muat batu bara di Pelabuhan Loktuan.

“Daripada urusi itu, lebih baik Dishub pikirkan solusi, biar uji kir enggak perlu lagi ke luar kota. Kalau serius pasti bisa,” ujarnya.

Di lain sisi, fasilitas ini tak hanya membantu masyarakat. Tapi layanan ini juga dapat menambah pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jadi tak ada alasan untuk tidak membangun gedung tersebut.

“Biar masyarakat nggak perlu lagi jauh-jauh. Bukan Cuma biaya yang besar, tenaga juga,” tuturnya.

Sebagai informasi, Dishub tak lagi dapat menerbitkan Bukti Uji Lulus Elektronik (BLUE). Sebabnya, gedung dan fasilitas penunjang tak laik alias di bawah standar. Mesin yang dimiliki saat ini hanya portabel kecil. Ditambah selama ini gedung untuk uji kir masih menumpang.