Disdikbud Bontang Dorong PMR Jadi Wadah Pengembangan Karakter Siswa

selisik
2 Min Read

BONTANG – Kegiatan Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah dinilai dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan sosial sekaligus belajar bekerja bersama di luar kegiatan akademik.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mendorong keberadaan kegiatan tersebut tetap dikembangkan di lingkungan sekolah, namun pelaksanaannya disesuaikan dengan minat masing-masing peserta didik.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menjelaskan PMR merupakan wadah pembinaan bagi pelajar yang berada dalam naungan Palang Merah Indonesia (PMI). Keanggotaannya mencakup beberapa tingkatan, mulai dari pemula, madya hingga wira.

BACA JUGA:  Jarak Terjauh Hanya 250 Meter, Puluhan Calon Siswa Tersingkir dari Jalur Domisili SMPN 8 Bontang

“PMR memang banyak diikuti anak sekolah. Tingkatannya ada pemula, madya, sampai wira, dan pembinaannya berlangsung melalui sekolah,” ujar Safa.

Menurutnya, kegiatan PMR memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan pembelajaran di dalam kelas. Pelajar dapat belajar mengenai kepedulian terhadap sesama, membangun komunikasi dengan anggota kelompok, serta memahami tindakan yang perlu dilakukan ketika menghadapi kondisi tertentu.

Meski demikian, Safa menekankan PMR tetap berada dalam kategori kegiatan ekstrakurikuler. Artinya, siswa diberikan ruang untuk memilih kegiatan yang sesuai dengan ketertarikan dan kemampuan masing-masing.

BACA JUGA:  Peta Jabatan, Cara Disdikbud Bontang Analisis Kebutuhan Sumber Daya ASN

“Ekstrakurikuler itu pada dasarnya pilihan. Kalau ada siswa yang tertarik dengan kegiatan sosial, PMR bisa menjadi wadahnya. Tidak tepat kalau seluruh siswa harus diwajibkan ikut,” jelasnya.

Disdikbud juga memberikan perhatian terhadap berbagai kegiatan dan perlombaan yang digelar PMI untuk anggota PMR. Menurut Safa, agenda semacam itu dapat menjadi kesempatan bagi pelajar untuk menguji kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman baru.

Ia berharap kegiatan PMR dan kompetisi antarpelajar dapat digelar secara lebih rutin. Keterlibatan orang tua juga dinilai penting agar keluarga mengetahui kegiatan positif yang dijalani anak selama mengikuti ekstrakurikuler.

BACA JUGA:  Seni Budaya Minim Peminat, Tiga Lowongan Guru Pengganti di Bontang Tak Terisi

“Kalau kegiatan seperti lomba bisa dibuat lebih rutin, tentu bagus. Anak-anak punya target untuk berlatih dan semangat mereka juga bisa semakin tumbuh,” pungkas Safa.

Share This Article