Bontang – Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan generasi muda melalui kegiatan positif dan kolaboratif. Salah satunya lewat Gebyar Pemuda 2025, yang resmi dibuka dengan Run 5K dan diikuti sekitar 450 peserta, Sabtu (1/11/2025).
Acara yang dipusatkan di halaman Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) itu berlangsung meriah, diikuti berbagai komunitas dan organisasi kepemudaan. Sejak pagi, para peserta tampak antusias menempuh jarak lima kilometer yang telah disiapkan panitia.
Kepala Bidang Pemuda Dispopar Bontang, Idhamsyah, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Gebyar Pemuda 2025 yang digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda dan HUT ke-26 Kota Bontang.
Menurutnya, Gebyar Pemuda bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata peran Dispopar dalam membangun ruang ekspresi, kreativitas, dan kolaborasi di kalangan generasi muda.
“Kami sangat bangga melihat semangat para pemuda. Kegiatan seperti ini bukan hanya menyehatkan, tapi juga mempererat solidaritas dan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda,” ujarnya.
Dispopar menyiapkan rangkaian kegiatan yang menyatukan unsur olahraga, kreativitas, dan ekonomi kreatif. Setelah Run 5K, kegiatan dilanjutkan dengan lomba Ranking Satu, lomba kreativitas pemuda, serta pameran UMKM lokal yang menampilkan produk pelaku usaha mikro Bontang.
“Agenda rangkaiannya banyak, pagi ini kita Run 5K, sore ada lomba Ranking Satu, dan malamnya penutupan serta penghargaan pemuda,” terang Idhamsyah.
Melalui kegiatan ini, Dispopar ingin menghadirkan wadah yang mendorong generasi muda untuk aktif, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat jejaring antar komunitas pemuda di Bontang.
“Kegiatan seperti ini menjadi ruang diri bagi pemuda untuk menumbuhkan rasa percaya diri, sekaligus memperkuat jejaring antar komunitas,” lanjutnya.
Dispopar berharap Gebyar Pemuda dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang, tidak hanya sebagai ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga sebagai simbol sinergi antara pemerintah dan generasi muda dalam membangun kota yang kreatif dan berdaya saing.
“Harapannya, para pemuda di Bontang bisa terus bekerjasama dan berkolaborasi demi kemajuan bersama,” tutup Idhamsyah.

