Bilher: Regulasi Sudah Kami Sahkan, Tinggal Menunggu Perwali

Kelompok Masyarakat Kritisi Rekrutmen Perusahaan Dianggap Tidak Transparan

SELISIK.ID, Bontang – Komisi I DPRD Bontang menerima aduan dari Kerukunan Pemuda Kutai Bersatu (KPKB) terkait penerimaan karyawan di beberapa perusahaan yang tidak transparan dan memprioritaskan warga lokal.

“Kami ingin pihak perusahaan untuk memprioritaskan warga lokal dan terbuka sehingga tidak terkesan nepotisme,” kata perwakilan KPKB, Romy Rizka, saat rapat dengar pendapat, bersama komisi I dan jajaran perusahaan di kantor DPRD Rabu (27/2/2019).

Rizka menilai, pihak perusahaan seharusnya memprioritaskan warga lokal, karena menurutnya, requirement karyawan belum transparan.

“Kami tenaga lokal, hanya jadi penonton, padahal kami juga punya hak yang sama dengan yang lain. Kenapa harus merekrut dari luar,”ujarnya.

Terkait dengan penempatan orang lokal, kata dia, secara dominan mereka hanya jadi kuli atau tenaga kasar. Padahal pihaknya juga mampu bersaing dengan tenaga kerja yang berasal dari luar daerah.

“Bontang ini ibarat gula, semakin banyak gula maka semakin banyak semut. Padahal kami punya kesempatan yang sama dalam konteks tenaga kerja skill artinya kita bisa bersaing,”ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang Bilher Hutahaean mengemukakan bahwa selama ini banyak persoalan perihal perekrutan karyawan.

Sebab itulah diterbitkan perda tenaga kerja yang di dalamnya terdapat aturan memprioritaskan tenaga lokal hingga 75 persen.

“Untuk itu perlunya regulasi terkait tenaga kerja lokal yang baru saja kami sahkan, tinggal menunggu perwalinya saja,” ungkap Bilher.

Sementara itu Perwakilan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker)  Bontang Andi Haeruddin mengatakan, secara regulasi hal tersebut sudah terakomodir dalam Perda Nomor I Tahun 2009, tentang perubahan Perda nomor 10 tahun 2018, tentang alih dan tenaga kerja lokal. 

“Terkait perekrutan tenaga kerja lokal, sudah masuk dalam perda bahkan sudah diundangkan dalam lembaran daerah,  namun karena masih menunggu perwali,” ujarnya. (*)

Reporter: Veri