JAKARTA – Fenomena kedekatan konten kreator Ambo dan buaya Riska, sempat menjadi perbincangan antara Panji Petualang dan Dedy Corbuzer. Mereka berbincang di podcast close the door.
Awalnya Dedy menyinggung soal fenomena buaya yang jinak dan berenang bersama anak-anak di luar negeri. Video itu pernah dia tonton di salah satu channel youtube. Namun panji mengatakan hal itu masih tergolong lumrah, karena dilakukan di kolam renang.
“Oh iya, tapi masih keren Riska di Indonesia om sama Pak Ambonya,” kata Panji di dalam video yang diunggah (18/9/23) lalu.
Dedy pun penasaran dan mencoba mengetahui mengapa fenomena itu bisa terjadi. Namun Panji yang terkenal sering menghadapi binatang liar dan buas ini geleng-geleng kepala. Menurutnya kedekatan antara buaya Riska dan Ambo tak bisa dijelaskan dengan akal sehat.
“Wallahualam om. Panji juga baru liat,” katanya.
“Ini di alam, buaya liar, sealam-alamnya Bontang, Kalimantan. Pak ambo itu profesinya bukan pawang, tapi nelayan. Konyol om,” sambungnya.
Panji menceritakan pernah berkunjung langsung ke Bontang menemui Ambo dan Riska. Dia mengaku kaget karena Ambo bisa dengan pasti mengenali buaya Riska walaupun hidup di alam liar.
“Pak itu Riska bukan, bukan itu tidak tahu (buaya) siapa. Tiba-tiba Riska muncul di ujung. Gila nih bapak, tau darimana. Buaya kan sama semua,” akunya.
Fenomena ini menurut Panji memang tak bisa dijelaskan secara saintifik. Ada hal lain yang bisa membangun kedekatan antara Ambo dan Riska.
“Di luar nalar. Ini kita mikirnya gift (karunia) aja udah mikirnya. Buaya itu pulang loh ke rumahnya (Ambo),” kata Panji.
Dia juga pernah menanyakan langsung kepada Ambo, apakan kedekatan dia dan buaya Riska hanya sensasi? Namun konten kreator yang kini memiliki lebih dari 1 juta subscriber itu mengaku tidak pernah berniat membuat konten.
“Enggak, aku sudah urus riska udah 24 tahun, cuman tiba-tiba direkam dan viral,” kata Panji menirukan jawaban Ambo.
Saat ini konten kedekatan antara Riska dan Ambo mungkin akan jarang ditonton oleh masyarakat. Sebab Riska sudah direlokasi ke penangkaran di Balikpapan. Hal ini dipicu serangan buaya terhadap manusia di wilayah Guntung, Bontang. Lokasi itu merupakan habitat dari buaya Riska. Banyak pihak yang mengalamatkan serangan itu dilakukan buaya Riska.

