Gubernur Kaltim Sebut yang Tak Setuju IKN Bisa Berumur Pendek

selisik
2 Min Read

Balikpapan – Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, berkelakar bahwa pihak-pihak yang tak setuju atau menolak pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara umurnya bisa pendek.

Pernyataan itu dia sampaikan imbas dari rasa kesalnya terhadap berbagai tuduhan yang dilayangkan dalam hal pembangunan IKN. Isran menilai, sejumlah alasan penolakan pembangunan IKN sesungguhnya tidak tepat.

Isran menyampaikan hal itu dalam acara Puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang disiarkan kanal YouTube Kemenpora, Jumat (28/10).

BACA JUGA:  Pemerintah Buka 40.021 Formasi CPNS di IKN, 5 Persen untuk Orang Kalimantan

“Saya sampaikan ini kepada seluruh pihak, karena masih ada orang yang tak setuju, masih ada yang komentarnya miring-miring bahwa IKN belum saatnya pindah. Banyak. Di sini enggak ada, di sana. Hati-hati Anda, bisa pendek umurnya,” ujar Isran seperti dikutip CNNIndonesia.com.

Menurutnya, sejumlah alasan penolakan IKN itu cetek. Isran tak dapat menerima apabila IKN ditolak dengan alasan ekonomi negara tidak kuat.

BACA JUGA:  PNS Milenial Jadi Penghuni Awal IKN

Lebih lanjut Isran menjabarkan bahwa hanya Rp100 triliun dari sekitar Rp500 triliun dana pembangunan IKN yang berasal dari APBN. Ia berpendapat jumlah tersebut tidak seberapa dengan jumlah uang yang pernah dikeluarkan negara untuk program lainnya.

“Negara habiskan uang negara Rp1.000 triliun hanya urusi covid sontoloyo itu saja. Ini urusan bangsa. Kesal juga saya sebenarnya. Jadi hati-hati yang enggak setuju,” tuturnya.

BACA JUGA:  Kaltim Terima Duplikat Bendera Pusaka

Presiden Jokowi telah mencanangkan pemindahan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke IKN Nusantara. Rencana itu telah disetujui oleh DPR.

Pemindahan ibu kota negara akan dilakukan secara bertahap hingga 2045. Tahap pertama pemindahan ditargetkan rampung pada 2024, ditandai dengan pemindahan sejumlah kantor pemerintah.

TAGGED:
Share This Article