Krisis Anggaran Paksa Porprov Kaltim 2026 Pangkas 5 Cabor

selisik
4 Min Read

Samarinda – Setelah melewati berbagai drama panjang, akhirnya penantian seluruh kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), bakal fokus mempersiapkan kontingennya masing-masing dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim ke-VIII/2026 di Kabupaten Paser.

Diketahui, Panitia Besar (PB) Porprov dalam hal ini Kabupaten Paser sebagai tuan rumah penyelenggara, secara resmi mengusulkan sebanyak 59 cabang olahraga dengan 1.014 nomor tanding, yang digelar pada 14-27 November 2026.

Kepastian ini seperti yang diungkapkan langsung Ketua Umum KONI Kaltim, Anderiy Syachrum, bahwa surat resmi dari PB Porprov telah diterima KONI Kaltim dengan nomor surat 09/PB.Porprov/XI/2026.

“Kemarin sore kita sudah menerima surat dari PB Porprov terkait jumlah cabor dan nomor tanding yang akan dipertandingkan,” ujar Anderiy dilansir dari RRI.

Berbekal surat tersebut, KONI Kaltim kini bersiap meneruskan informasi ke seluruh KONI kabupaten/kota se-Kaltim agar persiapan kontingen daerah bisa segera bergerak.

Anderiy menerangkan, keputusan ini hasil pembahasan intensif panjang mulai dari pertemuan tatap muka, rapat lewat Zoom, hingga audiensi langsung dengan Gubernur Kaltim.

BACA JUGA:  Dana Hibah Tak Cair, Atlet Bontang Terancam Tak Berpartisipasi di Porprov

Sehingga keputusan ini diambil bersama bukan sepihak, baik dari tuan rumah maupun KONI Kaltim.

“Saya pastikan tidak ada intervensi. Keputusan usulan ini berdasarkan keterbatasan anggaran dan pertimbangan efisiensi, supaya pelaksanaan Porprov tetap terlaksana. Kita dari KONI Kaltim harus bijak menerima usulan ini,” katanya tegas.

KONI Kaltim sendiri awalnya sempat mengusulkan agar 64 cabor tetap dipertandingkan. Namun, kondisi di tengah gejolak fiskal dan kemampuan APBD Kaltim membuat harapan itu harus dibahas secara mendalam.

“Kami dari KONI Kaltim sebenarnya juga sudah memberikan masukan ke PB Porprov, harapannya bisa mempertimbangkan untuk mempertandingkan 64 cabor. Tapi karena kondisi fiskal, kemampuan APBD provinsi, kami juga tidak bisa berharap banyak,” ucap Anderiy.

Persoalan keterbatasan anggaran bukan hanya dialami Kaltim saja, melainkan juga di sejumlah provinsi lain, tekanan fiskal bahkan memaksa penyelenggaraan Porprov ditunda hingga 2027, lengkap dengan pemangkasan jumlah cabor yang dipertandingkan.

BACA JUGA:  Hari Pertama Tanding, Atlet Anggar Bontang Sumbang Emas dan Perunggu

Dibanding daerah-daerah tersebut, Anderiy menyebut Kaltim masih patut bersyukur karena pelaksanaan Porprov tetap bisa berjalan sesuai rencana di penghujung tahun ini.

“Setidaknya kita di Kaltim bersyukur pelaksanaannya masih bisa berlangsung akhir tahun nanti. Semoga bisa berjalan lancar dan sesuai jadwal,” ujarnya.

Anderiy menjelaskan, jika pelaksanaan Porprov di undur ke 2027 seperti provinsi lain, dampaknya akan merusak jadwal persiapan Kaltim menghadapu Pra-PON yang waktunya berdekatan.

Resikonya besar bagi para atlet, fokus latihan yang terpecah, potensi cedera meningkat, hingga kelelahan yang mengintai jelang laga sesungguhnya.

“Ini yang harus kita hindari. Untuk itu, sekali lagi mari kita doakan semoga pelaksanaan Porprov bisa berlangsung sukses di Paser nanti, sehingga pembinaan atlet di masing-masing kabupaten kota bisa berjalan. Misi kami untuk seleksi dan penjaringan atlet potensial yang dipersiapkan ke ajang lebih tinggi seperti PON juga lebih profesional dan tepat sasaran,” ujar Anderiy menjelaskan.

BACA JUGA:  Paser Jadi Tuan Rumah Porprov Kaltim 2026

Dari 59 cabor yang diusulkan, lima cabang olahraga dipastikan tidak dipertandingkan pada Porprov Kaltim VIII/2026 kali ini, yakni:

1. Korfball Indoor

2. Ski Air

3. Barongsai

4. Petanque

5. Woodball

Meski kelima cabor tersebut tidak masuk dalam usulan resmi, KONI Kaltim tak lantas menutup pintu. Anderiy menegaskan pihaknya akan segera memanggil pengurus masing-masing cabor untuk membahas kemungkinan opsi lain agar cabor-cabor tersebut tetap bisa berlaga di ajang Porprov.

“Terkait lima cabor yang belum bisa dipertandingkan, kami dari KONI Kaltim akan mencoba memanggil masing-masing pengurusnya. Kita akan menawarkan opsi, jika mereka tetap ingin dipertandingkan, silakan dengan biaya mandiri, dan boleh dilaksanakan di Balikpapan atau Samarinda, tidak harus di Kabupaten Paser,” ujarnya.

TAGGED:
Share This Article