Karhutla Menggila, Pemerintah Tutup Sementara Pendakian 9 Gunung

selisik
3 Min Read

Selisik.id – Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan menutup sementara kegiatan wisata pendakian di sembilan taman nasional yang dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kebijakan tersebut diambil untuk mengurangi risiko keselamatan pendaki sekaligus mengoptimalkan sumber daya pemerintah dalam menangani karhutla di enam provinsi yang menjadi wilayah prioritas.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan penutupan sementara akan dituangkan secara resmi melalui surat edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE).

“Secara resmi akan ada surat edaran dari Dirjen KSDAE, tapi saya bisa umumkan sementara ada penutupan sementara terhadap 9 Taman Nasional,” ujar Raja Juli Antoni usai Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (31/8/2026).

Menurut Antoni, kebakaran yang terjadi di sejumlah taman nasional turut menyulitkan penanganan karhutla. Kondisi tersebut membuat sejumlah helikopter water bombing yang sebelumnya dapat dimaksimalkan untuk penanganan karhutla di enam provinsi prioritas harus dikerahkan ke kawasan taman nasional yang mengalami kebakaran.

BACA JUGA:  Polda Kaltim Tetapkan 3 Tersangka Kasus Karhutla di Kukar dan Berau

“Mengingat beberapa taman nasional kita juga terjadi kebakaran dan ini sangat menyulitkan kita untuk melakukan pemadaman, beberapa heli water bombing yang mestinya bisa dipergunakan, dimaksimumkan di 6 provinsi prioritas, tapi karena ada kebakaran yang luar biasa di beberapa taman nasional akhirnya heli ini juga di-deploy ke taman-taman nasional tersebut,” jelasnya.

Raja Juli menegaskan kebijakan penutupan sementara bukan dimaksudkan untuk membatasi masyarakat yang ingin melakukan pendakian. Penutupan dilakukan dengan mempertimbangkan tingginya risiko keselamatan sekaligus kebutuhan penanganan karhutla.

“Ini sekali lagi maksudnya adalah bukan kita membatasi keinginan para pendaki untuk menaiki taman nasional kita, tapi karena risiko yang sangat tinggi, seperti yang terjadi terakhir di Bromo Tengger dan Semeru yang akhirnya mengakibatkan ada 170-an pendaki yang terjebak,” tandas Antoni.

BACA JUGA:  Pendaki Brasil yang Jatuh di Gunung Rinjani Ditemukan Meninggal Dunia

Selain menutup kegiatan pendakian di sembilan taman nasional, pemerintah juga membuka secara terbatas kegiatan wisata pendakian di empat kawasan konservasi. Pembukaan tersebut dilakukan dengan pengawasan ekstra ketat dan pembatasan pada zonasi yang dinilai aman.

Empat kawasan yang dibuka secara terbatas yakni Taman Nasional Gunung Rinjani, Taman Nasional Gunung Merbabu, Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang (Argopuro), dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Sementara itu, sembilan taman nasional yang kegiatan wisata pendakiannya ditutup sementara meliputi:

  • Pendakian Gunung Semeru di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
  • Taman Nasional Kerinci Seblat
  • Taman Nasional Gunung Ciremai
  • Taman Nasional Tambora
  • Taman Nasional Manusela
  • Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya
  • Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
  • Taman Nasional Gunung Leuser
  • Taman Nasional Lorentz, khusus jalur Ilaga, Tsinga, Sugapa, dan Ugimba.
BACA JUGA:  Warga Kaltim Diminta Waspadai ISPA Akibat Asap Karhutla

Adapun empat kawasan konservasi yang masih membuka kegiatan pendakian secara terbatas adalah Taman Nasional Gunung Rinjani, Taman Nasional Gunung Merbabu, Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang (Argopuro), dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Kementerian Kehutanan menyatakan pembukaan terbatas tersebut tetap disertai pengawasan ekstra ketat serta pembatasan pada zonasi yang dinilai aman.

Share This Article