Selisik.id – Papan reklame raksasa di sudut Lapangan Enghelab, Teheran, Iran, menampilkan gambar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terbaring di dalam peti mati hitam yang terbuka. Gambar tersebut mulai beredar melalui foto-foto yang dibagikan sejumlah kantor berita internasional, Rabu (15/7/2026).
Dalam gambar itu, sosok yang digambarkan menyerupai Trump tampak dengan mata dan mulut tertutup, rambut acak-acakan, serta tangan yang diletakkan di atas dasi merah yang membentang di atas perutnya.
Di ujung peti, terlihat kedua kaki menghadap lurus ke atas, sebagaimana dilansir New York Times.
Peti mati tersebut dipenuhi coretan bertuliskan “We Will Kill Trump” dalam bahasa Persia dan Inggris.
Gaya tulisan pada coretan itu mengingatkan pada dinding papan tulis tempat para pelayat menuliskan pesan duka menggunakan kapur saat upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, mantan pemimpin tertinggi Iran. Dalam coretan pada papan reklame itu, Khamenei disebut sebagai seorang martir.
Coretan lain pada peti bertuliskan “In memory of Minab’s children”. Tulisan tersebut merujuk pada serangan ke sekolah dasar di selatan Iran yang hancur lebur pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut menewaskan lebih dari 100 anak sekolah, dan terjadi bersamaan dengan serangan terhadap pangkalan angkatan laut Iran di dekatnya.
Pada Maret, pejabat AS menyatakan bahwa hasil sementara penyelidikan menunjukkan kesalahan penargetan oleh militer AS menjadi penyebab insiden tersebut.
Papan reklame di Lapangan Enghelab memang bukan kali pertama menampilkan citra bernuansa ancaman. Pada Januari, papan yang sama pernah menggambarkan serangan terhadap kapal perang AS, lengkap dengan jejak darah yang menyerupai garis-garis pada bendera AS.
Dalam beberapa pekan terakhir, tema balas dendam atas nama Khamenei dan sejumlah korban lain kerap muncul berulang dalam propaganda Iran. Namun, jarang sekali tema tersebut ditampilkan dengan cara yang sedemikian vulgar seperti pada papan reklame kali ini.
(Kompas.com)

