BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menegaskan pentingnya peran aktif orang tua dalam mendukung keberhasilan program Wajib Belajar (Wajar) pukul 19.00–21.00. Program ini dirancang untuk membentuk kebiasaan belajar peserta didik di malam hari sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih kondusif bagi perkembangan pelajar.
Kepala Disdikbud Kota Bontang, Abdu Safa Muha, menyampaikan bahwa pengawasan terhadap aktivitas pelajar, khususnya di luar jam sekolah, tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pihak sekolah.
“Pengawasan terhadap anak, terutama di luar jam belajar sekolah, membutuhkan keterlibatan langsung dari orang tua karena peran keluarga sangat menentukan,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan program Wajar tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah maupun sekolah, tetapi sangat dipengaruhi oleh dukungan keluarga dalam memastikan anak memanfaatkan waktu malam untuk kegiatan belajar di rumah.
“Keberhasilan program ini merupakan tanggung jawab bersama, namun keluarga memiliki peran utama dalam membangun kebiasaan belajar yang konsisten di rumah,” tegasnya.
Program Wajar 19.00–21.00 sendiri telah berjalan sebagai bagian dari upaya membangun disiplin belajar sekaligus membatasi aktivitas pelajar di luar rumah pada malam hari yang berpotensi menimbulkan dampak negatif.
Pada jam tersebut, pelajar diharapkan fokus belajar di rumah dengan pengawasan orang tua agar waktu yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara produktif.
“Melalui program ini, kami mengajak seluruh pelajar untuk memanfaatkan waktu pukul 19.00 hingga 21.00 sebagai waktu belajar di rumah secara optimal,” jelasnya.
Disdikbud menilai masih adanya pelajar yang menghabiskan waktu malam di luar rumah berpotensi membuka ruang terhadap berbagai pengaruh negatif, seperti pergaulan tidak sehat maupun risiko penyalahgunaan narkoba.
Karena itu, selain peran keluarga, dukungan masyarakat juga dinilai penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan mendukung pelaksanaan program.
“Ini merupakan gerakan bersama antara pemerintah, sekolah, masyarakat, dan terutama orang tua, karena keluarga tetap menjadi kunci utama agar program wajib belajar ini berjalan efektif,” pungkasnya. (*)

