PPU – Kabar kemunculan pocong menggemparkan warga Desa Api-Api, Kecamatan Waru, Penajam Paser Utara (PPU).
Keberadaan pocong berkeliaran di Penajam ini pun viral di media sosial. Meski entah benar atau tidaknya kemunculan sosok hantu tersebut namun kabar tersebut membuat warga resah.
Menanggapi hal tersebut, Polsek Waru langsung meningkatkan patroli serta melakukan pendekatan ke masyarakat untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, Senin (4/5/2026).
Bhabinkamtibmas Desa Api-Api, Brigpol Hasan, turun langsung menyambangi warga di sejumlah titik, termasuk RT 002 dan RT 007. Dalam kegiatan itu, masyarakat diimbau tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya.
Selain sambang warga, aparat juga menggelar patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Minggu (3/5/2026) dini hari.
Patroli dipimpin Aiptu M. Nazar dengan menyisir sejumlah lokasi rawan, seperti kawasan sekitar gerbang Penangkaran Rusa Desa Api-Api hingga jalur lintas provinsi.
Kapolsek Waru, Iptu Lilik, menegaskan pihaknya tengah menyelidiki sumber isu yang beredar agar tidak memicu keresahan lebih luas.
“Kami melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Kami minta masyarakat tetap tenang,” ujarnya.
Polisi juga mengingatkan warga agar tidak melakukan tindakan berbahaya, termasuk menakut-nakuti pengguna jalan.
“Jangan sampai ada yang iseng menakut-nakuti pengendara. Itu berbahaya dan bisa berakibat fatal,” tegas Iptu Lilik.
Menurutnya, penyebaran informasi tanpa verifikasi bisa memicu kepanikan dan mengganggu ketertiban masyarakat.
Hingga kini, situasi di Desa Api-Api dilaporkan tetap aman dan terkendali. Namun aparat memastikan akan terus bersiaga untuk mengantisipasi potensi gangguan.
“Kami tidak hanya melakukan langkah preventif, tetapi juga investigatif untuk mengungkap asal-usul isu ini,” tambahnya.
Polisi juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta segera melapor jika menemukan hal mencurigakan.
Isu “pocong berkeliaran” ini menjadi pengingat pentingnya literasi digital di tengah maraknya informasi viral yang belum tentu benar.
(Kaltimpost.id)

