Kurang dari 2 Jam Jelang Serangan, Trump Tiba-Tiba Pilih Damai dengan Iran

selisik
4 Min Read

Selisik.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu telah disepakati dengan Iran. Trump menyatakan Washington bersedia menangguhkan serangan terhadap Iran, dengan syarat Teheran setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Trump juga menyebut AS telah mencapai semua tujuan militernya dalam operasi terhadap Iran, yang berlangsung sejak 28 Februari lalu, sebagai salah satu alasan dari keputusannya ini.

Pengumuman soal gencatan senjata itu, seperti dilansir Al Jazeera, Rabu (8/4/2026), disampaikan Trump via akun Truth Social miliknya pada Selasa (7/4) malam waktu AS, hanya beberapa jam sebelum serangan besar-besaran yang direncanakan Washington terhadap Teheran.

Pernyataan Trump itu menunjukkan perubahan sikap dalam waktu singkat, setelah Presiden AS itu sebelumnya mengancam Iran bahwa “seluruh peradabannya akan mati malam ini” jika Teheran tidak mematuhi tuntutan Washington.

Dalam pengumumannya, Trump memuji Pakistan yang berperan sebagai mediator dalam perundingan antara AS dan Iran beberapa minggu terakhir. Namun dia memperingatkan bahwa gencatan senjata ini disertai dengan syarat, yaitu Iran harus membuka kembali Selat Hormuz.

BACA JUGA:  Viral, WNI Ikut Perang Ukraina-Rusia, Ternyata Eks Marinir TNI AL

“Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, di mana mereka meminta saya untuk menahan kekuatan penghancur yang dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui PEMBUKAAN Selat Hormuz SEPENUHNYA, SEGERA, dan AMAN, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” kata Trump dalam pengumumannya.

“Ini akan menjadi GENCATAN SENJATA dua sisi!” tegasnya.

“Alasan untuk melakukan hal ini adalah karena kita telah mencapai dan melampaui semua tujuan militer, dan telah sangat jauh dalam mencapai kesepakatan definitif mengenai PERDAMAIAN jangka panjang dengan Iran, dan PERDAMAIAN di Timur Tengah,” jelas Trump dalam pernyataannya.

Postingan Trump itu diunggah secara online pada Selasa (7/4) malam, sekitar pukul 18.32 Eastern Time waktu AS, atau kurang dari 1,5 jam sebelum tenggat waktu pukul 20.00 Eastern Time yang ditetapkan Trump untuk serangan besar-besaran terhadap Iran.

BACA JUGA:  Israel Serang Balik Iran

Lebih lanjut, Trump menyebut proposal 10 poin yang diajukan Iran sebagai syarat gencatan senjata, akan menjadi “dasar yang layak untuk negosiasi”. Dia menyatakan perundingan lanjutan akan berlangsung selama dua minggu gencatan senjata berlaku.

“Kita menerima proposal 10 poin dari Iran, dan meyakini bahwa itu adalah dasar yang layak untuk negosiasi. Hampir semua poin perselisihan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, tetapi periode dua minggu akan memungkinkan perjanjian itu untuk diselesaikan dan diwujudkan,” cetusnya.

“Atas nama Amerika Serikat, sebagai Presiden, dan juga mewakili negara-negara Timur Tengah, merupakan suatu kehormatan untuk melihat masalah jangka panjang ini hampir terselesaikan,” kata Trump dalam pernyataannya.

Sesaat setelah pernyataan Trump, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi bahwa kesepakatan sementara telah tercapai. Dia mengumumkan bahwa perlintasan aman di Selat Hormuz akan dimungkinkan selama dua minggu gencatan senjata berlangsung.

BACA JUGA:  9 Warga Palestina Tewas Ditembak Israel dalam Serbuan Paling Mematikan

“Jika serangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata kami yang kuat akan menghentikan operasi pertahanan mereka,” ucap Araghchi dalam pernyataannya.

“Selama periode dua minggu, perlintasan aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis,” tegasnya.

Araghchi juga berterima kasih kepada Pakistan atas permohonan menit terakhir agar AS menangguhkan pengeboman terhadap Iran.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran juga mengisyaratkan dalam pernyataan terpisah bahwa gencatan senjata dapat diperpanjang melampaui dua minggu, jika negosiasi lanjutan berjalan dengan baik. Perundingan lebih lanjut diperkirakan akan berlangsung di Islamabad dalam beberapa pekan ke depan.

(detikcom)

Share This Article