Selisik.id – Tampilan Danau Singkarak di Sumatera Barat yang kini lebih jernih dibanding biasanya membuat masyarakat lokal dan jagat dunia maya takjub. Alih-alih berwarna keruh kecoklatan karena sempat bercampur dengan material longsor dan banjir pada pekan lalu, air danau terbesar kedua di Pulau Sumatera ini malah tampak bersih.
Melansir Tempo, beberapa unggahan video soal perubahan warna air di Danau Singkarak ramai dibicarakan warganet. Salah satu pengunggah video itu, Nurul Hidayati, tak ingin ketinggalan mengabadikan fenomena yang sudah menjadi topik hangat di media sosial, termasuk di TikTok. Lokasi kuliahnya kebetulan tak jauh dari danau yang identik dengan ikan endemik Bilih itu.
“Airnya memang berwarna hijau, tapi kalau dilihat langsung tentunya lebih cerah,” kata Nurul saat dihubungi Tempo pada Kamis, 4 Desember 2025.
Nurul beranjak melihat aliran Danau Singkarak, persisnya di sepanjang Sungai Ombilin, Tanah Datar, pada 1 Desember 2025. Setelah mengabadikan video warna danau Danau Singkarak yang berubah hijau, dia menyebut airnya kembali tampak kecoklatan pada sore hari.
Efek Karst Junjung Sirih
Ahli Geologi dari Sumatera Barat, Ade Edward, mengatakan warna air Danau Singkarak berubah karena larutan kapur yang terbawa oleh aliran sungai menuju Danau Singkarak. Fenomena itu bukan hal baru, bahkan sering terjadi. “Mirip proses penjernihan kolam renang, air perusahaan daerah air minum (PDAM), dan sejenisnya yang memanfaatkan larutan batu kapur,” kata Ade kepada Tempo.
Area Danau Singkarak, kata Ade, terletak di dalam Median Graben atau celah turun dalam lajur Sesar Besar Sumatera yang masih aktif. Struktur geologi yang mengontrol daerah ini, seperti sesar Paninggahan dan sesar Muara Pingai, turut mempengaruhi posisi dan singkapan batuan gamping di permukaan.
Keberadaan kawasan batuan gamping atau karst Junjung Sirih membuat air yang mengalir ke wilayah Danau Singkarak kaya akan kalsium karbonat. Sifat dari kalsium karbonat, Ade meneruskan, bisa mengikat sedimen dan partikel yang membuat air menjadi keruh.
“Lewat proses ini, kotoran penyebab air keruh itu terbawa ke dasar danau, sedangkan di permukaan airnya menjadi jernih,” tutur dia. Semakin banyak air yang mengalir di kawasan karst menuju danau kata Ade, danau akan terlihat lebih jernih.

