Bontang – Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispopar) Kota Bontang terus memperkuat pembinaan pemuda melalui pendekatan berbasis aktivitas. Model ini dianggap paling sesuai dengan karakter generasi muda yang lebih responsif terhadap kegiatan langsung.
Kepala Bidang Pemuda Dispopar Bontang, Idhamsyah, menjelaskan bahwa pihaknya memilih metode tersebut karena dapat menyentuh minat pemuda secara lebih efektif.
“Pendekatannya bukan dari face to face, tapi lewat kegiatan yang bisa menyentuh langsung minat pemuda,” ujarnya.
Berbagai agenda kegiatan seperti mini soccer, Gebyar Pemuda, dan Gebyar UMKM menjadi sarana untuk menarik partisipasi pemuda dalam aktivitas positif.
“Ini membuktikan bahwa pemuda sangat ingin terlibat dalam kegiatan yang bermanfaat,” katanya.
Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Dispopar karena untuk pertama kalinya bekerja sama langsung dengan KNPI Bontang dalam penyelenggaraan Gebyar Pemuda.
“Gebyar Pemuda pertama kali kita lakukan, Dispopar Bontang kolaborasi langsung dengan KNPI,” ungkapnya.
Tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga dan kegiatan hiburan, rangkaian acara juga disertai program pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah hasil kerja sama dengan Dinas Kesehatan dan PMI. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) turut berperan melalui program Gesit (Gerakan Sampahku Tanggung Jawabku) untuk menjaga kebersihan selama kegiatan.
Idhamsyah menuturkan bahwa total anggaran sekitar Rp500 juta digunakan untuk mendukung seluruh kegiatan tersebut.
“Karena tiap kegiatan punya item berbeda kalau dijumlah memang sekitar 500 jutaan,” jelasnya.
Melalui pendekatan berbasis kegiatan ini, Dispopar berharap pemuda Bontang semakin terlibat dalam aktivitas sosial, ekonomi, dan olahraga yang bermanfaat.
“Harapan kami, pemuda Kota Bontang semakin aktif, kreatif, dan menjadi pelaku utama dalam pembangunan daerah,” tutupnya.

