Film Jadi Senjata Promosi Baru, Dispopar Dorong Kreativitas Sineas Bontang

selisik
2 Min Read

Bontang – Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispopar) Kota Bontang semakin memantapkan langkah dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif, khususnya subsektor perfilman, sebagai bagian dari strategi promosi pariwisata daerah. Tidak hanya memfasilitasi kegiatan syuting film televisi (FTV) nasional, Dispopar kini menggandeng sineas muda lokal untuk berkolaborasi dalam produksi film bertema Bontang.

Kepala Bidang Pariwisata Dispopar Bontang, Muhammad Ihsan, menyatakan bahwa kolaborasi ini bukan semata promosi pariwisata, tetapi juga dorongan konkret bagi kemajuan industri kreatif di Bontang.

“Film menjadi media promosi yang efektif. Selain menghibur, juga memperlihatkan keindahan tempat wisata kita. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa promosi bisa berjalan seiring dengan pengembangan ekonomi kreatif,” ujarnya, Sabtu (8/11/2025).

BACA JUGA:  Delapan Pemuda Bontang Diganjar Penghargaan di Momen Sumpah Pemuda 2025

Ihsan menjelaskan bahwa film, baik produksi sineas lokal maupun FTV nasional, merupakan bagian dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang kini mulai tumbuh di Bontang. Karena itu, Dispopar memfasilitasi kegiatan perfilman yang mengambil latar berbagai kawasan wisata unggulan Bontang.

“Meskipun dalam konteks film, karena film juga bagian dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang ada di Bontang. Teman-teman di bidang kreatif juga sudah memfasilitasi kegiatan FTV ini,” jelasnya.

BACA JUGA:  Dispopar Pastikan 45 Lapak Baru Hanya untuk Pedagang Lama di Bontang Kuala

Sejumlah destinasi yang memiliki karakter kuat sebagai kota pesisir dipilih menjadi lokasi pengambilan gambar, antara lain Pulau Segajah, Bontang Kuala, Pulau Beras Basah, dan Pulau Malahing. Menurut Ihsan, lokasi-lokasi tersebut dipilih karena merepresentasikan kekayaan bahari yang menjadi daya tarik utama pariwisata Bontang.

“Lokusnya mengambil sisi-sisi pariwisata yang menarik seperti di Pulau Segajah, Bontang Kuala, Beras Basah, dan Malahing,” ungkapnya.

Dispopar berharap keterlibatan industri film, baik lokal maupun nasional dapat membawa dampak ganda, yakni memperluas jangkauan promosi wisata sekaligus memberikan ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang.

BACA JUGA:  Ekraf Festival 2025 Jadi Titik Temu Pelaku Usaha Kreatif dan UMKM Bontang

“Harapan kami, ketika orang menonton film ini, mereka jadi penasaran dan ingin datang langsung ke Bontang,” tambahnya.

Lebih jauh, Ihsan menegaskan bahwa upaya ini akan terus didorong melalui sinergi lintas subsektor, sehingga promosi pariwisata dan pertumbuhan industri kreatif berjalan seiring dan saling menguatkan.

“Harapan kami, promosi ini bisa menjangkau lebih luas lagi, agar objek wisata di Bontang makin dikenal di tingkat nasional,” tutupnya.

Share This Article