Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang kembali mempercepat upaya penyelesaian persoalan akses menuju SMP Negeri 5 Bontang. Fokus pemerintah kini tertuju pada kejelasan status lahan dan izin penggunaan area yang menjadi jalur utama sekolah tersebut, setelah komunikasi sebelumnya sempat terhenti.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, memastikan pihaknya akan menggelar pertemuan formal dengan PT Kaltim Nusa Etika (KNE) pada pekan depan. Pertemuan ini ditujukan untuk membahas masa penggunaan lahan serta kemungkinan perpanjangan izin, mengingat jembatan akses sekolah berada di atas lahan milik perusahaan.
“Kami akan menjadwalkan pertemuan dengan PT KNE dalam waktu dekat untuk memastikan kejelasan status lahan. Dengan demikian, perbaikan jembatan bisa segera dilakukan,” ujar Safa.
Jembatan yang dimaksud diketahui mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan segera. Namun, rencana rehabilitasi terkendala karena tidak adanya izin resmi bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan di atas lahan perusahaan. Safa menyebut, kesepakatan yang dihasilkan nantinya dapat membuka peluang pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan untuk memperbaiki jembatan tersebut.
Disdikbud juga akan melibatkan Kepala SMPN 5 Bontang dalam pembahasan bersama perusahaan, agar kebutuhan sekolah dapat dipetakan secara lebih komprehensif.
Safa menjelaskan, pihaknya telah meminta kepala sekolah untuk kembali membangun komunikasi dengan manajemen perusahaan. Ia meyakini dialog yang baik akan menghasilkan solusi terkait penggunaan lahan, baik dalam bentuk perpanjangan izin maupun kemungkinan hibah lahan kepada pemerintah.
Sementara itu, Kepala SMPN 5 Bontang, Muhiddin, menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses administrasi dan legalitas akses lahan kepada Pemerintah Kota Bontang. Ia hanya berharap jalur menuju sekolah tetap dapat digunakan oleh siswa dan tenaga pendidik tanpa hambatan.
Sebelumnya, akses jembatan menuju SMPN 5 masih menghadapi kendala terkait status lahan pinjam pakai milik PT KNE. Padahal, jalur tersebut merupakan satu-satunya penghubung bagi warga sekolah.
Safa menyatakan optimistis bahwa upaya pemerintah dalam menjamin kelancaran kegiatan belajar mengajar di SMPN 5 Bontang akan mendapatkan dukungan dari pihak perusahaan.

